Tampilkan postingan dengan label IC Design Competition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IC Design Competition. Tampilkan semua postingan

24 Februari 2011

Image / Video Compression berbasis Discrete Cosine Transform

Bismillahirrohmanirrohim

Beberapa waktu lalu, saya disibukkan oleh kompetisi LSI Design Contest 2011 (http://lsi-contest.com) tentang image/video compression menggunakan Discrete Cosine Transform. Sedikit saya ingin berbagi di sini :). Alhamdulillah desain yang saya buat berjalan dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan, yaitu kecil, cepat, dan berkompleksitas rendah. Ini tentunya bukan desain standar yang biasa ada di textbook, namun sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga target tersebut tercapai. Baik dengan cara implementasi algoritma yang saya buat maupun optimasi sirkuit dari penurunan rumus DCT. Sayangnya, karena aplikasi serial yang dibuat boleh teman saya belum 100% selesai, alhasil belum berhasil lolos ke final :D di Okinawa. Tapi alhamdulillah ITB tetap punya wakil yang dikirim ke final yang tentunya telah lengkap dengan aplikasinya (selamat buat tim Putra Ganesha dan Oasis). Mungkin sedikit saya tidak akan mengulas masalah teknis dan matematis dari lomba ini, tapi lebih kepada prinsip kompresinya.

Kompresi yang dilakukan menggunakan prinsip Discrete Cosine Transform (DCT). DCT adalah teknik transformasi data dari domain spasial menjadi domain frekuensi. Lalu, dari prinsip itu, kita akan dapatkan  data dengan basis frekuensi yang bisa dimodifikasi untuk merepresentasikan kompresi data. Prinsipnya adalah dengan menghilangkan informasi dari gambar namun tidak sensitif pada penglihatan mata manusia. Maksudnya, dalam suatu gambar, terdapat kemungkinan ditemukannya komponen warna yang berfrekuensi tinggi hingga rendah. Secara umum, gambar frekuensi tinggi memiliki ukuran yang besar dibandingkan frekuensi rendah. Namun, junstru frekuensi tinggi ini secara umum sulit dinotifikasi oleh mata manusia, alhasil dengan membuang komponen frekuensi tinggi ini secara umum tidaklah mengganggu kualitas gambar di penglihatan mata kita. Mau bukti?

Berikut ini adalah hasil kompresi gambar yang didapatkan dari proses kompresi menggunakan desain "shoft chip" kami, dilengkapi pula dengan perbandingan terhadap desain standar DCT:


Di sini, kualitas gambar ditentukan dari PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) dan MSE (Mean Square Error). Semakin baik kualitas gambar kompresi, maka PSNR semakin tinggi dan MSE semakin rendah. PSNR untuk gambar ini sekitar 40dB dan hanya bernilai 4 untuk MSE. Lumayan lah ya :D..

Quiz :
Bisa menotifikasi perubahan yang terjadi? Padahal kompresinya hingga 50% lho. File asli 78Kb, file terkompresi 38Kb :D.

Matematika memang keren. Terima kasih ya Rabb yang mengajarkan matematika pada kami :) sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebaikan peradaban manusia. Aamiin...


27 Maret 2009

Dua Tim Elektro ITB Berhasil Menjadi Juara I dan III VLSI Design 2009 Okinawa

Bismillahirrohamnirrohim

Alhamdulillah, akhirnya untuk dua kali berturut-turut sejak tahun lalu, Elektro ITB kembali berhasil menjadi Juara Dunia VLSI Design Okinawa, yaitu Lomba Perancangan Prosesor di Jepang. Prestasi ini juga 4 kali berturut-turut sejak 2006 Elektro ITB berhasil mendapatkan juara dan nominasi. Juara I disabet oleh Tim Ganesha ANT beranggotakan (Mas) Aisar - Teknik Komputer'05, (Teh) Nden - Elektronika'05, dan (Mas) Tyson -?. Hal ini sangat menggembirakan sekali bagi civitas Elektro ITB pada khususnya, karena telah berhasil menunjukkan kembali kapasitasnya sebagai prodi bertaraf dunia, Insya Allah. Informasi ini pada awalnya saya tahu dari status YMnya mas Aisar yang menulus, malam terakhir di Okinawa, wah pikiran saya langsung tertuju ke VLSI Design. Setelah saya sapa via YM, ternyata benar. Sedikit mengenai profil anggota tim yang saya ketahui, Mas Aisar Labibi Romas ini pengembang beberapa software dan beberapa web. Lalu Teh Nden (R. Siti Intan) tahun 2007 lalu Juara Umum EEA 2007 dengan timnya Raphadona kalau tidak salah. Selanjutnya Juara III disabet Tim Zoiros, yang beranggotakan (Mas) Randy Hari Widialaksono, (Mas) Ahmad Fajar Firdaus, dan (Mas) Iman Prayudi. Untuk ketiga orang ini saya kurang tahu dari subjurusan apa. Untuk profil secara lengkap saya pribadi kurang tahu, maaf.

Hmm, menilik prestasi ini sangat menginspirasi banyak orang. Semoga tetap bertahan dan diperbaiki prestasi dan produksi Elektro ITB dari tahun ke tahun. Amin.


Secara lebih lengkap infonya bisa didapat di link http://www.itb.ac.id/news/2396.xhtml
atau di alamat blognya Mas Aisar http://aisar.wordpress.com/

21 Juli 2008

Tim Antarmuka, Informatika ITB, Juara Dunia Rural Innovation Imagine Cup 2008 :: Selamat ::

Yah, sebagai tetangga dekat anak Informatika (satu sekolah bernama STEI), sudah sepatutnya saya yang notabene anak Elektroteknik juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Tim Antarmuka. Seperti yang telah diketahui bersama, tim ini berhasil menjadi Juara Dunia Imagine Cup 2008. Tim ini berhasil menyabet kemenangan dalam lomba yang diadakan oleh Microsoft pada kategori Rural Innovation. Secara singkat, proyek yang tim ini angkat adalah pengolahan data seputar info kerusakan lingkungan yang dikirim via Handphone, iPod, dll ke pihak yang berwenang dalam penanggulangan masalah lingkungan tersebut. Dengan metode ini, birokrasi yang sedemikian ribet bisa dipangkas dengan cepat dan tepat. Yanh, sangat inovatif, imajinatif, dan inspiratif bagi saya. Wah, dengan ini aku semakin semangat untuk belajar :) apalagi, di tahun yang sama pula, entah bulan apa saya lupa tepatnya, Tim Garuda Parahyangan dari Elektroteknik ITB juga berhasil menjadi Juara Dunia IC Design Competition. Bahkan, di kompetisi IC Design ini, 2 tim dari Elektroteknik ITB berhasil menyabet juara I dan II. Hebat!!!

Berita selengkapnya tentang Imagine Cup 2008 ada di 3 situs ini:

20 Maret 2008

STEI ITB Juara I dan II LSI Design Contest

Subhanallah...
Keren sekali kakak-kakak di STEI ini. Mereka mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Untuk kesekian kalinya sejak 2004, ITB selalu mewakili Indonesia dan selalu mendapatkan penghargaan dalam ajang LSI Design Contest di Okinawa, Jepang. Bahkan, ITB selalu menjadi satu-satunya peserta yang menempatkan mahasiswa S1 sebagai wakilnya. Hal ini sangat kontras dengan kebanyakan peserta yang telah berada pada tingkat S2 ke atas. Terakhir, tahun ini bisa mendapatkan juara I dan II. Hebat.... Salut...
Berita selengkapnya...

Hidup Elektro!!!hehehe...memang niatnya ambil Elektro :)
Insya Allah ingin ambil Subjur "Kontrol dan Kendali Cerdas" atau mungkin "Elektronika".

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets