Tampilkan postingan dengan label Istighfar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istighfar. Tampilkan semua postingan

14 Agustus 2010

Hadits Arbain Ke-I : Niat Hanya Karena Allah Semata

Bismillahirrohmanirrohim
___________________


[Hadits Arba'in Ke-1]
Niat Hanya Karena Allah Semata

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia
berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya. Setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan".
(HR. Bukhari dan Muslim) .

Intisari:
1. Seseorang itu tidak boleh berinisiatif untuk melakukan suatu perbuatan kecuali ia mengetahui hukumnya.
2. Niat itu tidak boleh diwakilkan (pelaku sendiri yang berniat).
3. Pekerjaan seseorang tidak sah apabila tidak disertai niat.
4. Tidak boleh berniat dalam semua ibadah kecuali bila ibadah itu disyari'atkan.
5. Keutamaan hijrah dari negeri orang-orang musyrik ke negeri orang-orang muslim demi ridha Allah, atau hijrah dari negeri yang penduduknya penuh maksiat ke negeri yang penduduknya bebeas dari maksiat.
6. Ikhlas berbuat karena Allah dan waspada dari sikap pamer dan mencari popularitas.
7. Niat itu tempatnya di dalam hati.


Tafsir Hadits:
Hadits ini adalah salah satu prinsip dari Dienul Islam. Rasulullah menjelaskan dalam hadits ini, bahwa semua perbuatan yang disyari'atkan membutuhkan niat. Semua perkataan dan perbuatan setiap orang mukmin tidak sah dan tidak diterima tanpa adanya niat, karena niat adalah dasar dan ukuran bagi semua perkataan dan perbuatan.
Perbuatan itu dinilai baik selagi niatnya baik, dan sebaliknya akan dinilai buruk jika niatnya buruk.
Sebagai contoh, seseorang yang hijrah dari negeri non-muslim ke negeri muslim demi cintanya kepada Allah dan Dienul Islam, demi menuntut ilmu dan mengamalkan Islam. Maka orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya. Apabila maksud dan tujuannya adalah hal duniawi, seperti memperoleh harta benda atau memperistri wanita, maka balasannya adalah harta atau isteri sesuai niatnya, sehingga tidak mendapatkan pahala hijrah.
Wallahu a'alam

====
Suplemen

- Seorang penyair berkata:
"Orang yang menjual Ad-Dien demi dunia. Sungguh, ia kembali merugi"

- Penyair lain berkata:
"Bila kau sibuk
jangan sibuk selain yang dirighoi Allah
Tiada manusia mati kecuali ia disertai oleh amal yang telah diperbuatnya"


SOURCE:
Intisari Tafsir Hadits Arba'in An-Nawawiyah
Pensyarah: As-Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Muhshin

23 Juli 2009

Desperately...

Bismillahirrohmanirrohim

desperately...

desperately,, mati-matian..
hanya berupa suatu kata
ya,, hanya bahkan sebuah kata
yang kadang keluar di benak kita
spontan atau tidak,,
yang jelas kata itu ada

mengapa kata itu ada kawan??
sebatas warisan nenek moyangkah??

apakah pernah dipahami
kapan dan mengapa kata itu terpikir??
kapan dan mengapa kata itu terucap??
apa yang dimaksud kata itu??
apakah hanya bentuk ekspresi??
ato ada yang lain??

menurutku,,
tak lain adalah tentang perjuangan kawan
perjuangan atas apa yang diperjuangkan

namun, apa yang kita perjuangkan kawan??
apa yang ada di benak kita??
hah?? apa??
sudahkah kita berpikir dengan dalam??
atau hanya takut memulai berpikir??

sungguh,,
sesuatu yang besar dimulai dari pikiran yang besar
jikalau tidak mulai saat ini,,
kapan lagi??
menunggu batas nafas sudah di pangkal tenggorokan??
telat!!

satu kali mencoba memahami
terbawalah dalam, dan semakin dalam
dalam lautan pemikiran
namun ingat,,
apa pegangan yang harus ditaati
apa pegangan yang harus dijaga
dalam mengarunginya

karena aku yakin,,
lautan pemikiran hanyalah setetes air
dari lautan kehidupan


by Rachmad Vidya
Jombang, 23 Juli 2009

19 Juni 2009

Berlatih Fokus Paling Mudah

Bismillahirrohmanirrohim

Note ini saya tulis karena saya mendapati suatu yang unik terjadi di tempat umum. Apa itu? Yaitu kasus kehilangan barang. Yah, nampaknya sepele, sudah biasa, dan lumrah jika di tempat umum terjadi kehilangan. Entah barang berharga dari laptop, buku, hingga dompet ataupun koin recehan :) . Sebetulnya, apa sih yang menyebabkan itu bisa terjadi? Apakah memang terjadi akibat kesalahan pemilik atau memang karena akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab? Hmmmm. Kasus kehilangan barang ini sebetulnya adalah salah satu contoh saja dalam kehidupan sehari-hari kita yang berkaitan dengan fokus.

Sebagai contoh, kadang ketika berada di tempat umum, kita terlalu fokus pada suatu hal sehingga fokus itu tentu tak bisa terbagi menjadi beberapa poin pengamatan sekaligus. Ini merupakan contoh orang yang monotasking. Sehingga, kita bisa jadi lengah di suatu hal di mana fokus kita tidak ditempatkan di situ. Namun, kadang dengan fokus yang dimanfaatkan dalam beberapa poin pengamatan sekaligus, semacam multitask paralel processing -ini istilah saya sendiri lho- , bisa lebih awas terhadap beberapa hal dalam waktu tertentu. Nah, sebaiknya bagaimana yah yang harus dilakukan untuk menjaga fokus kita agar proporsional sesuai dengan kebutuhan? Lalu pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita bisa menjaga hal itu dalam setiap waktu? Itu merupakan masalah atau pertanyaan yang mungkin keluar dari benak kita. Kan, kalau fokus terus kan tegang, capek, dan menguras tenaga. Itu juga pernyataan-pernyataan yang mungkin keluar. So, bagaimana solusinya? Menurut saya, itu hanyalah faktor kebiasaan. Jika kebiasaan akan fokus bisa dilatih, maka kita akan tahu bagaimana cara menempatkan posisi fokus itu secara proporsional.

Manurut saya, salah satu cara berlatih menjaga fokus adalah dengan dzikir kita kepadaNya. Ini merupakan cara berlatih fokus yang paling mudah dan efektif menurut saya. Mengapa saya menyatakan demikian. Sungguh, orang yang selalu menjaga dzikirnya, insya Allah akan dimudahkan dan dilancarkan dalam segala hal yang dikehendakiNya. Biasanya, orang yang menjaga dzikirnya akan selalu waspada akan segala sesuatu yang keluar dari ucapannya dan gerak-geriknya. Sehingga, kita akan mampu mengisi ucapan yang keluar dengan kata-kata yang baik. Oh ya, dzikir ini tidak selalu terdengar oleh orang lain lho atau bahkan telinga sendiri. Maksudnya, dzikir tidak harus menggunakan volume suara yang keras, bahkan bisa juga dilakukan dalam hati. Tapi yang penting adalah, dzikir itu bisa masuk ke dalam hati kita. Bisa dirasakan lantunan dan maknanya menyejukkan hati kita. Dengan begitu, maka kita akan merasa selalu diawasi oleh Allah. Sehingga, pikiran tidak akan kosong. Kosong di sini maksudnya adalah kosong tanpa sentuhan impuls-impuls arus yang teratur. Karena menurut saya, dengan impuls yang tidak teratur maka akan terjadi ketidakjelasan kesatuan informasi di dalam otak. Sehingga "warna" aktivitas otak saat itu sangatlah lemah atau tidak jelas. Sangat berbeda ketika kita melakukan dzikir, impuls yang diberikan jelas informasinya, teratur, dan kontinu. Mengapa? Karena pada dasarnya, dzikir itu mengingat Allah, merasakan kemahabesaranNya dan betapa kecilnya kita. Sehingga, timbul kerileks-an dalam sel dan saraf , akibatnya kerja sel dan saraf pun menjadi optimal. Nah, sungguh indah bukan, ketika kita bisa menjaga fokus itu.

Wallahu a'lam

Semoga bermanfaat

26 Mei 2009

Teladan Kita

Bismillahirrohmanirrohim

Menilik judul di atas, tentunya kita tidak berdebat lagi bahwa untuk keteladanan hidup hampir semua penduduk bumi akan menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW yang paling patut diteladani.
Masalahnya, seberapa kenal kita dengan teladan kita itu?? Seberapa jauh kita telah meneladani beliau?? Mari berbenah kembali.

19 April 2009

Jarang nge-Blog

Bismillahirrohmanirrohim

Sudah lama sekali saya tidak posting apapun di blog ini. Bukan karena tidak ada ide, namun lebuh pada pilihan untuk melakukan hal lain ketika berkesempatan online. Baik itu membaca e-book, mencari referensi, ataupun paper. Hal ini saya lakukan untuk menghindari ketidakmanfaatan posting pada blog. Selain kegiatan perkuliahan yang bertambah sibuk dan amanah lain, maka pemanfaatan online untuk blogging tersisih dengan kegiatan macam membaca tuk menambah ilmu pengetahuan, baik dari e-book, ataupun sumber lain. Akibat koneksi internet yang murah meriah hanya ada di kampus, maka praktis jika di kos saya hanya bisa menggunakan handphone. itu pun hanya digunakan untuk browsing seperlunya. Oleh sebab itu, saya mohon maaf jika selama beberapa bulan ini blog ini jarang terurus. Tapi insya Allah, saya akan berusaha memperbaiki tulisan dan kualitas blog ini. Untuk itu, mohon bimbingan dan juga petuah-petuahnya tuk membantu perbaikan tulisan di jagad web ini. Syukron

20 Januari 2009

Rekapitulasi Nilai, IP Semester 3 dan IPK

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, telah selesai perjalanan akademis saya di ITB ini, tepatnya di Teknik Elektro hingga semester 3 ini dengan lancar. Syukur selalu dipanjatkan Allah yang telah memberikan ijin dan mengiringi langkah akademik saya hingga saat ini. Untuk kesempatan ini, kembali akan saya sampaikan update hasil akademis saya selama kuliah di ITB, terutama hingga semester 3 ini. Setiap mata kuliah yang saya tulis di sini akan saya sertai dengan nilai sesuai yang saya ketahui dan beberapa komentar. Semoga, dengan menuliskan update ini, saya semakin mawas diri bahwa diri ini kecil dan tak ada apa-apanya tanpa izin dari Allah. Untuk lengkapnya, adalah sebagai berikut ini:

:: EL2091 Struktur Diskrit (3 SKS) Grade: A
  • UTS1: (77,5/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Alhamdulillah, pelajaran ini bisa selesai dengan memusakan.


:: EL2093 Rangkaian Elektrik (3 SKS) Grade: A
  • UTS1: (?/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Ini adalah pelajaran yang bikin deg-deg-an untuk semester ini. Sangat keren dan menantang pelajarannya. Banyak yang bilang, pelajaran ini adalah momok-nya semester 3. Sangat terkenal di antara para mahasiswa EL ITB. Alhamdulillah, selesai dengan memuaskan.


:: EL2095 Sistem Digital (3 SKS) Grade: C
  • UTS1: (72/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Ini adalah pelajaran yang menyenangkan. Namun, nampaknya nilai saya untuk ujian UTS2 kurang memuaskan. Entah berapa nilainya secara persis saya tidak tahu. Namun, karena UTS2 paling banyak adalah tentang desain, maka bisa dibilang lebih berat untuk sebagian mahasiswa. Nah, nampaknya hal itu pula saya alami sehingga ahirnya mendapatkan nilai C ini. Jujur, saya cukup kecewa dengan hasil ini, karena tidak sesuai dengan harapan dan target semula yaitu A. Hmmm, tapi mau bagaimana lagi, saya yakin ini yang terbaik untuk semakin mengasah mental saya.


:: EL2193 Praktikum Rangkaian Elektrik (1 SKS) Grade: A

Praktikum/Nilai Praktikum/Nilai BCL
  • I / 82 / 85,5
  • II / 85 / 90,25
  • III / 75 / 90
  • IV / 83 / 90,25
  • V / 82 / 95
  • VI / 85 / 85,5
  • Nilai Akhir (?/100)
Praktikum ini menyenangkan :) . Sip dah pokoknya.


:: EL2195 Praktikum Sistem Digital (1 SKS) Grade: A

Praktikum/Nilai Praktikum/Nilai BCL

  • I / 85 / 68,4
  • II / 82 / 95
  • III / 86 / 81
  • IV / 81 / 80
  • V / 83 / 100
  • VI / 65 / 95
  • Nilai Akhir (?/100)
Praktikum ini menantang :) . Manteb bleh.


:: IF2030 Algoritma dan Struktur Data (4 SKS) Grade: C
  • UTS1: (30/100)
  • Tugas Besar I (78/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Tugas Besar II (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Pelajaran yang satu ini memang bisa dibilang, belum saya kuasai dengan baik. Maka nilai C, nampaknya cukup mewakili dengan jelas. Apalagi, ini berbobot 4 SKS, maka terasa sekali akibatnya untuk IP saya semester ini.


:: MA2072 Matematika Teknik I (3 SKS) Grade: A
  • UTS1: (87/100)
  • UTS2: (100/100)
  • Quiz: (100/100)
  • Nilai Akhir (94,15/100)
Mata kuliah ini sangat menyenangkan. Alhamdulillah hasilnya juga menyenangkan dan sesuai target. Bahkan untuk nilainya melebihi target. Yaitu, mendapatkan nilai 100 di ujian. Sudah lama sejak UAN SMA dulu, saya baru bisa mencicipi nilai ujian 100 lagi setelah kuliah berjalan 3 semester. Alhamdulillah ya Allah.


:: KU2071 Pancasila dan Kewarganegaraan (2 SKS) Grade: BC
  • Kehadiran (76/100)
  • Tugas (?/100)
  • UAS (?/100)
  • Nilai Akhir (73,3/100)
Jujur, untuk mata kuliah PKn ini, saya tidak menyangka mendapatkan nilai semacam ini. Hal ini diakibatkan oleh persentase kehadiran saya. Masya Allah. Hal ini akibat miss-komunikasi saya dengan asisten dosen. Pada kuliah pertama, asisten pernah bilang bahwa untuk kehadiran, mahasiswa boleh tidak masuk 5 kali. Nah, selama saya kuliah, arti dari pernyataan itu adalah, absen hingga lima kali berarti dinilai kehadirannya adalah 100%. Nah, pada kuliah ini, saya pernah absen kalo tidak salah 3 kali. Hal ini disebabkan, saya lebih memilih megerjakan laporan praktikum. Mengapa? Karena saya memberikan deadline pada diri sendiri bahwa laporan harus sudah selesai sebelum jam 12.00. Akhirnya, saya yang notabene tidak memiliki laptop, memilih mengerjakan laporan pagi. Biasanya durasi kotornya hingga pukul 09.00. Nah, ternyata pernyataan itu tidak berarti sesuai dengan yang ada di benak saya. Ketidakhadiran saya menyebabkan nilai saya anjlok. Astaghfirullah.

Hal ini menambah catatan buruk saya tentang "sesuatu hal yang tidak saya persiapkan dengan matang". Maksudnya, biasanya saya membuat keputusan dengan pertimbangan hingga kasus terburuk. Biasanya, dengan pemikiran yang lebih matang itu, umumnya kegiatan saya lancar dan tidak ada masalah berarti. Namun, ketika saya tidak berpikir matang, cukup berpikir "kulitnya saja", maka kasus terburuk yang biasanya tidak muncul, menjadi benar-benar terjadi. Saya tidak tahu mengapa, tapi yang jelas ini sudah saya alami dari kecil, SD tepatnya. Sehingga saya cukup hafal dengan kasus seperti ini. Yang jelas, saya yakin Allah memiliki rencana yang terbaik untuk saya dengan memberikan pelajaran-pelajaran semacam ini.

Konklusi Indeks Prestasi
IP Semester III : 3,15
dengan
IPK 3,14.


Yang jelas, IP semester 3 ini lebih baik dari semester 2, tapi masih kalah daripada semester 1. Secara umum, target IP 4,00 belum bisa tercapai untuk semster ini. Tapi, saya tetap akan berusaha mewujudkan mimpi saya itu di perkuliahan-perkuliahan depan. Banyak pelajaran baru yang saya terima di semester ini, insya Allah akan sangat bermanfaat. Harapan saya, semoga untuk ke depan, saya bisa meningkatkan semangat dan prestasi, akan terus belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Semooga ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

01 Januari 2009

One of Palestine's

Bismillahirrohmanirrohim

Inilah, salah satu suara yang mewakili hingga jutaan suara Palestina.



Palestine , My name is Palestine
I wrote my name at all fields
with a unique font greater than all titles
The letters of my name, the letters of my name,
live inside me, feed me, spread the soul and fire inside my body
The mountains of the river, knows me well
I spent all my power and ask my nation help
And Saladin was calling, calling inside me

And my Arabic origin is asking me for freedom and revenge
And those flags which were folded at Hatiin (battle)
And the caller of Al Aqsa Masjid is calling for help
And thousands of prisoners are calling for help
Calling the greater nation and calling for millions
Go to Al Quds (Jerusalem),
to a war where the oppressed are, to stop the injustice of the Zionism, and raise the flag of Palestine
My words will remain the same
Palestine, Palestine, Palestine

31 Desember 2008

Tahun Baru 1430H untuk Muslim Seluruh Dunia

Bismillahirrohmanirrohim

Kembali, alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar di bumi yang semakin tua ini. Kadang juga, tak jarang udara kotorlah yang kita hirup. Sungguh, semakin tua bumi ini, semakin kompleks masalah yang harus dihadapi dan menjadi tantangan di sana-sini oleh manusia-manusia di bumi. Tak lama dari hitungan hari, tahun baru 1430 hijriah telah lewat.

Sudah selayaknya kita sebagai muslim segera berbenah dengan kondisi kita saat ini. Belajar dan memaknai kejadian di masa lampau, memahami dan bertindak di masa sekarang dengan orientasi jauh kedepan untuk kemenangan dakwah dan tegaknya Islam di bumi Allah ini. Namun, sungguh menyedihkan dan mengharukan justru di saat momen penting seperti ini, kembali muslim mendapatkan tantangan yang berat dan pukulan keras. Lagi-lagi, muslim Palestina harus berjibaku lagi dengan Israel yang sungguh sangat kejam. Betapa tidak, mereka dengan terang-terangan dan berani mengklaim bahwa mereka benar. Padalah tindakan mereka tak ubahnya dengan perusakan dan penghancuran hidup, peradaban, hati, dan juga perusak yang nyata di berbagai hal. Justru dengan keberanian dan kemampuan itu pula, mereka didukung oleh sekutu-sekutu yang pastinya hanya ingin menjadikan hal ini sebagai keuntungan tuk kekuasaan dan kejayaan mereka di dunia yang akan musnah ini.

Justru itulah, ya itulah tantangan muslim di dunia, bagaimana bersatu menghadapi persekutuan yang sangat merusak ini. Memang, saya pribadi juga belum tahu apa langkah strategis yang sebaiknya dilakukan. Hanya saja, rapatkan barisan dan penyatuan dan sinkronisasi visi muslim di seluruh dunia serta eksekusinyalah yang ditunggu. Muslim bukan kaum yang lemah. Muslim adalah kaum yang kuat, umat yang tangguh, dan memiliki peradaban yang tinggi. Usaha doalah yang bisa saya lakukan saat ini. Untuk saudara-saudara seimanku yang di luar sana, aku selalu berdoa, bahwa suatu saat nanti Islam tidak akan hanya sekedar dipandang sebagai agama dan keyakinan belaka, tapi akan kembali menjadi sistem, role, dan peradaban yang diterima oleh semua orang di dunia. Mengapa? Karena Islam adalah rahmatan lil alamin

07 Desember 2008

Ketika Membaca Al Qur'an

Bismillahirrohmanirrohim

Pada kesempatan ini, saya ingin curhat dikit. Hehehe, begini sebetulnya hal ini ingin saya tulis sejak lama, namun baru sekarang ingat. Saya teringat akan hal ini akibat tilawah tadi sore. Entah mengapa bacaan yang keluar dari mulut saya tidak terlalu lancar. Apaan nih? tidak seperti biasanya. Apalagi sampai berturut-turut. Warning nih... Red Alert.

Hal semacam ini pernah saya alami beberapa kali. Bingung juga, biasanya lancar banget, tapi tak ada hujan tak ada badai mengapa jadi plegak-pleguk. Menurut kebiasaan, hal ini adalah akibat dari beberapa hal. Setelah berkontemplasi dan memikirkan apa gerangan penyebabnya. Maka, ada 2 alasan yang paling bisa saya rasakan. Yang pertama adalah akibat ketidakkonsentrasian diri ketika merasakan bagaimana ayat-ayat dan juga makna-makna bacaan Al Qur'an yang sedangdibaca. Yang kedua adalah akibat futur. Nah, 2 hal inilah yang selalu menganggu saya ketika sedang membaca Al Qur'an.

Nah, untuk yang pertama, konsentrasi. Sebenarnya, dalam membaca aL Qur'an ada tata cara yang benar. Baik dari sikap dan juga pikiran dalam membaca Al Qur'an. Jadi, sebetulnya tidak asalhanya membaca, tapi perlu adanya konsentrasi dan penyatuan jiwa raga dalam mempersiapkan diri untuk membaca. Nah itu hanya untuk membaca, apalagi alau rencananya sampai membaca artinya hingga mentadabburi. Pasti lebih ekstra lagi yang harus diperhatikan demi kesempurnaan dalam membaca AlQur'an. Masalahnya, saya kadang tidak memperhatikan hal itu. Jadinya, ketika jiwa dan raga belum sinkron, mungkin juga atom-atom tubuh saya masih bergerak dengan acaknya dan tak stabil, saya sudah seenaknya memulai membaca. Ini namnya tidak menyempunakan. Astaghfirullah

Yang kedua, futur. Nah ini adalah salah satu faktor yang sangat mengganggu. Kadang, tilawah memang saya jadikan salah satu tolak ukur kualitas iman saya padasaat itu. Yah, sebetulnya ini bukan disengaja semacam saya mau ukur ah, jadinya tilawah. Bukan begitu. Tapi ketika di tengah-tengah tilawah, kalau terasa ada yang mengganjal, nah itulah mungkin adanya ganguan yang harus disingkirkan. Entah baik dalam bentuk perasaan saja, pikiran-pikiran, atau apapun yang sepertinya secara tidak proporsioanl saya tempatkan.

Hmm.. Nampaknya curhatnya segitu aja, moga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Khususnya saya. Amin...
Alhamdulillah, saya masih bisa menghirup udara. Faghfirly ya Allah...

02 November 2008

Beberapa Hari Ini...

Setelah melewati hampir seluruh UTS di semester 3 ini, alhamdulillah cukup puas dengan usaha yang telah saya lakukan. Ya, memang hasilnya belum keluar tapi Insya Allah saya sudah mencoba tuk tawakkal dn ikhlas dengan apapun hasilnya nanti. Nah, sekarang saya ingin bercerita tentang beberapa pandangan saya tentang UTS yang saya lakukan. Maksudnya, secara pribadi pendapat saya tentang kemungkinan dan harapan hasil yang saya dapatkan ketika nilainya telah keluar.


# Struktur Diskrit
Untuk hasil struktur diskrit, nampaknya ada kesalahan pada sebuah poin pertanyaan. Saya melakukan cara yang "salah", untuk mengingat cara yang "benar". Maksudnya, pada ujian ini, ada soal yang menurut saya pernah dibahas dengan dosen. Hanya sekelebat aja, nah pas waktu itu saya tidak konsen. Lucu juga, ketika kita tidak konsen, banyak hal terlewat begitu saja. Padahal, setiap kuliah, mencoba konsentrasi penuh itu susah. Oleh sebab itu, saya melihat ketika suatu masalah yang dibahas nampaknya bisa diselesaikan dengan mudah dan ketika itu pula saya lagi kendur konsentrasinya, alhamdulillah justru biasanya itu yang keluar satu nomer. Lucu ya, astaghfirullah. Yah, 100% meleset. Tapi, harapan saya nilainya masih baik, yaitu A. Amin...

# Algoritma dan Struktur Data
Nah, ujian yang satu ini nampaknya yang paling parah. Ada 4 nomor; 1 (a, b); 2; 3; 4 (a,b,c). Nah, saya tidak mengerjakan 3 poin, yaitu 1b, 4a, dan 4b. Semoga hasilnya masih bagus. Amin... benar-benar menyedihkan. :(

# Pancasila dan Kewarganegaraan
Ujian yang satu ini, paling aneh. UTSnya adalah tugas membuat semacam makalah yang nantinya dipresentasikan. Yang mempresentasikan adalah ketua kelompoknya saja. Oleh sebab itu, makanya terlihat aneh. Semoga hasilnya bisa memuaskan, yaitu A. Amin...

# Matematika Teknik
Uian yang ini, kuharapkan bisa 100% optimal. Doakan yah teman-teman, semoga adapat A. Amin...

# Sistem Digital
Ujian ini, ada poin yang tidak bisa, yaitu pada soal perancangan desain fungsi yang mengunakan gerbang NAND saja dan NOR saja. Poin tersebut salah. Semoga yang lainnya benar dan alhamdulillah ada bonusnya :). Semoga A. Amin...

# Kuliah Praktikum RE
Ujian yang ini sangat hancur. Walaupun bobotnya 5%, namun soalnya sangat membingungkan. Terutama jika waktu praktikum tidak awas. Maksudnya adalah, teknisnyalah yang ditanyakan di ujian ini, dan harus detil. Menantang. Nampaknya setelah dibahas, saya hanya benar 3 nomor dari 8 total nomornya. Astaghfirullah :(

# Rangkaian Elektrik
Nah, ujian yang ini selesai kemarin. Ada 6 soal dan harus dipilih 4 saja. Pada fase pertama mengerjakan, alhamdulillah 4 soal tersebut selesai dalam kurang dari setengah dari total waktu yang diberikan. Alhamdulillah, tinggal cek dan teliti lagi, anganku. Saya meneliti dengan hati-hati sehingga banyak memakan waktu. Soal yang kukerjakan adalah nomor 1, 3, 4, dan 6. Ktika sampai di nomor 6, saya mengganti beberapa poin hingga tuntas. Alhamdulillah, selesai tepat ketika dikumpulkan. Awalnya, berharap dapat 100% optimal. Tapi, setelah cek dengan teman-teman, ada yang berbeda. Parahnya tuh di nomor satu. Yang paling gampang bagiku. Kalo pingin tahu apa itu, saya ceritakan...

di rumus yang digunakan di teorema tellegen bagian load powernya anggap saja dimisalkan begini
P = V . I
Yang saya lakukan adalah
P = V . I
karena I tidak ada, maka persamaannya saya ubah menjadi
P = V . I = V^2/R
Pada latihan-latihan, saya biasanya menemukan nilai I telah ada dan tinggal disubstitusikan. Gara-gara tidak ada saya punya pikiran (entah kenapa) langsung menjadi seperti itu, tidak berpikir yang lain. Saya hanya berpikir, jika rumusnya sama, maka akan menghasilkan nilai yang sama pula.
sehingga, perubahan ketika penyilangan variabel dilakukan menjadi demikian
V^2/R menjadi Vx^2/R

Sekarang, perhatikan yang teman-teman saya lakukan
P = V . I
Persamaan disilangkan dahulu
V . I menjadi Vx . I
karena I tidak ada, maka persamaannya saya ubah menjadi
Vx . I = Vx . (V/I)

Nah, dari langkah sini terlihatlah perbedaannya antara langkah saya dengan teman-teman saya. Hmmm... padahal saya sudah mencoba tuk teliti. Nampaknya Allah belum mengijinkan saya mendapat nilai sempurna untuk RE. Semoga saja nomor lainnya benar, amin. Tapi, tetap menyiapkan mental jika hasil tidak sesuai harapan. Astaghfirullah...

# Kuliah Praktikum SisDig (soon)
Semoga lancar dan hasilnya baik. Amin...


28 September 2008

Ketika...

beberapa mata membaca
beberapa otak berpikir
beberapa mulut berucap
beberapa hati tergugah
beberapa tangan menengadah
beberapa kaki melangkah
beberapa itu a..

ketika hatiku
ketika lurus langkah tak beralas
ketika infeksi meradang
ketika rengkah semakin lebar
ketika nampak semakin ....
ketika itu a..

sedangkan
nampak bodoh a..
nampak tak ada a..
belajarlah... belajarlah... belajarlah...
belum terlambat
belum
ya, belum


ya Allah,,
sesungguhnya,
firmanMu tak terbantah
bukakanlah
luaskanlah
ya Allah,,
--------------------------

Selamat Idul Fitri 1429 H


Saya
Rachmad Vidya WP
mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
"Taqobalallahu minna wa minkum
Taqobalallahu ya karim"

Untuk semua kaum muslim, baik yang kenal dekat dengan saya maupun tidak, saya mohon maaf atas segala kesalahan yang telah saya perbuat di waktu lampau, insya Allah itu semua tidak ada unsur kesengajaan
Karena pada dasarnya, yang paling jauh dari kita semua adalah masa lalu. Oleh sebab itu, saya ingin meminta maaf atas kesalahan saya di masa lalu. Karena memperbaiki masa lalu adalah dengan memulainya di masa kini dan semoga keridhaan Allah selalu menaungi setiap langkah kita semua. Amin.

/*maaf, mungkin saya menulisnya terlalu dini karena khawatir di kampung tidak sempat nge-blog*/

11 September 2008

Tidak Sahur

Hari ini, saya puasa namun tidak sahur. Ini baru pertama kali selama hidupku ketika hendak puasa. Alhamdulillah, niatnya udah pas malam sebelumnya, jadi no problem :) hehehe997x. Sebetulnya, saya tidak sahur tuh ceritanya begini, jam 03.00WIB saya bangun lalu merasa masih terlalu dini untuk sahur, saya coba tidur sampai jam 03.30WIB. Masalahnya, saya kemarin malam lembur untuk membuat laporan praktikum sistem digital, maka badan bangun lagi akhirnya molor jadi jam 04.30WIB dan disambut adzan Subuh. Astaghfirullah. Hmmm,, alhamdulillah,, saya masih bisa bangun lagi. Lalu, saya hanya tersenyum-senyum sendiri dan segera mengambil air wudhu tuk segera sholat Subuh :)

30 Agustus 2008

Menjadi Anggota Biasa HME ITB

Alhamdulillah,,,
Akhirnya menjadi Anggota Biasa HME. Setelah sekitar lebih dari sebulan menjalani seleksi dalam Masa Bina Cinta 2008 yang berakhir tadi sore. Hmmm... Harus segera berbenah dan mawas diri. Melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia umumnya, dan peran-peran yang lain khususnya. Memang saya tidak berniat menjelaskan panjang lebar di sini. Yang jelas, Insya Allah saya akan coba berjuang sebaik munkin. Terima kasih buat teman-teman semua yang telah membantu saya hingga saat ini. Maafkan kesalahan-kesalahan saya selama ini. Yang jelas, Insya Allah tidak ada kesalahan yang saya perbuat dengan kesengajaan. Mari kita kembali introspeksi diri, mawas akan potensi dan kelemahan diri. Lakukan sesempurna mungkin dengan seala ketidaksempurnaan dan keterbatasan kemampuan kita. Hidup di dunia ini pendek kawan. Isilah hidup di dunia ini dengan ibadah. Apapun bentuknya. Mari kembali luruskan niat dan bulatkan tekad. Karena tidak ada kemuliaan tanpa pengorbanan dan kerja keras. Allahu a'lam

*NB: Terima kasih buat kang Qoshda Tazaka EL'06 yang bersedia meminjamkan jaket himpunannya untuk saya bawa dalam beberapa waktu dekat ini.

29 Agustus 2008

Marhaban Ya Ramadhan



Betapa indahnya suasana hati
Betapa riangnya bisikan kalbu
Mengapa?
Sebuah pertanda baik dan pertanda semangat baru menderu. Bukan hanya aku, aku yakin. Bukan hanya kau, kau pun yakin. Ini kita semua, muslim dan muslimah sejagad. Merasa betapa rindunya semakin dekatnya diri kepada Allah. Dengan berbagai kesibukan dunia terasa kerikil tumpul penggelitik kaki. Dengan tembok tinggi bak sterofoam selapis. Ramadhan mendekat, mendekatlah. Semoga kita semua masih diberi kesempatan mencicipi harumnya aroma surga sekali lagi. Ya, sekali lagi untuk melatih diri mendekat kepada Illahi rabbi.

Marhaban ya Ramadhan
Ya Allah, sampaikanlah diri ini ke Ramadhan-Mu
Ya Allah, sampaikanlah diri ini bertaubat kepada-Mu
Ya Allah, sampaikanlah diri ini meminta maaf kepada orang tua dan khalayak
Ya Allah, sampaikanlah diri ini menuju ridho-Mu

Subhanallah,
Walhamdulillah,
Laa ila ha ilallah,
Allahu Akbar

Az Zumar 39 : 10
"... hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan disempurnakan pahalanya tanpa batas"

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar. Amin...

21 Agustus 2008

Allah Tidak Akan Memberikan Cobaan Melebihi Batas Kemampuan HambaNya

Hari ini, saya bagai rocketman.
Mengapa?
Mulai dari jam 08.00 WIB sampai 21.00 WIB, saya aktif secara fisik dan pikiran. Terutama pikiran, tanpa jeda bekerja keras hari ini. Disamping kewajiban, ada pula tuntutan yang saya berikan pada diri sendiri. Secara kronologis peserti ini:
  • Pukul 08.00 WIB, saya menyelesaikan urusan dengan STEI. Yaitu masalah proposal acara PMBR MSTEI 1429H. Beberapa tugas lain telah saya berikan tanggungjawabya kepada sebagian orang. Mengapa? Karena, harapanku kerja cepat akan berhasil dilaksanakan dengan sistematis. Bagian ke TU STEI sendiri juga aku pegang dengan mobilitas tinggi, pergi kesana-kemari dengan penuh semangat.
  • Berhubung mendapatkan info bahwa Lab IF belum ada jadwal untuk EL, maka saya semakin konsentrasi menyelesaikan PMBR. Alhamdulillah, urusan ke STEI beres. Tapi, tiba-tba mendapatkan info, NIM-Tag harus selesai hingga maksimal pukul 15.00 di hari yang sama. Akhirnya aku langsung pulang mengambil NIM-Uag yang sudah kupersiapkan sejak seminggu lebih yang lalu.
  • Ketika hendak meminta penilaian ke HME, saya minta tolong teman untuk diukakan NIM-Tag tersebut ke tangan saya, lalu eh jatuh. Lansung putuslah salah satu sambungan batereinya. Lalu ditolaklah demo saya. Bersamaan dengan itu, saya mendapat SMS kalau ada Praktikum di IF. Saya sontak lari, lalu di tengah perjalanan, saya merasa HP saya tetinggal, lau saya balik lagi ke HME. Berlali pula, untuk menyingkat waktu sehingga itdak telat praktikum. Karena, telat berarti tidak ikut (kekhawatiranku). Lalu dalam pelarian ke Lab IF, saya bertemu Musyafa dan minta tolong membetulkan solderan yang lepas. Saya langsung meluncur lagi ke Lab IF.
  • Di tengah-tengah praktikum, saya baru sadar bahwa kacamata saya hilang. Praktikum pun tak bisa konsentrasi. Aku hanya bisa terus berdoa agar bisa ditemukan. Maklum, belum punya uang yang cukup untuk mengganti.
  • Setelah praktikum, saya ke kelas Algoritma dan Struktur Data lalu Sistem Digital, nah dua-duanya satacuma mengandalkan pendengaran dan tanya teman, maklum tak pakai kacamata. Pkiran bertambah pula setelah Musyafa memberikan NIM-Tagku, lega menghampiri. Tapi, ternyata seven segments-nya rusak. Astaghfirullah. Saya semakin berusaha berpikir keras mencari jalan keluar.
  • Setelah selesai dengan kuliah, saya mencoba mencari mas Bintang buat konfurmasi tugas. Ternyata, maksimal jam 8 malam. Saya kaget karena tidak sesuai info awal. Katanya jam 3 sore, koq jam 8 malam? Kan tadi aku tak perlu tergopoh-gopoh. Mengapa selalu ada info yang simpang-siur? Mengapa yang tidak tahu selalu ikut bicara tak jelas yang membuat info yang salah? Atau mungkin saja dari si pembuat info yang kurang tegas. Tapi, minimal kacamataku kutemukan dengan utuh. Langsung saya sujud syukur di tempat, sampai-sampai temanku, Tari tanya "lo gak pa pa kan mad?". Alhamdulillah, yang ada di pikiranku adalah syukur, aku tak sampai butuh uang lebih untuk beli yang baru. (Maklum, baru bayar kos)
  • Akhirnya aku pun langsung pinjam motor teman tuk meluncur ke Anam. Membeli piranti-piranti yan dibutuhkan. Apalagi telah menjelang Maghrib. Setelah tu, langsung ke kos dan mengerjakan setelah sholat. Dalam pengerjaan tersebut, kucoba untuk selalu berikhtiar dengan baik dan berdoa. Karena, di samping itu pula emosi sedang berkecamuk untuk bisa amanah memegang komitmen jam 20.00WIB, keterbatasan kemampuan, keterbatasan fasilitas (pas lampu kamar yang terang sedang mati pula), dll Alhamdulillah, pukul 19.55 selesai dan bisa pergi demo ke panitia MBC lagi dan berhasil.
  • ALHAMDULILLAH semua masalah beres.
*NB: banyak yang saya keadaan-keadaan yang saya skip, semacam kemacetan di jalan, bolak-baliknya dari TU STEI dan pengetikan, koordinasi penyewaan tepat dan izin acara, ngebut di jalan, dll
**terima kasih untuk M. Musyafa', M. Zamroni, Zaki Anshary, Toko Anam, dll

ya Allah,
aku semakin yakin
nampak tak mungkin di mataku
namun bagi Engkau, tak ada yang tak mungkin
Engkau tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaMu

An Nisa ayat 45 mengajarkan bahwa cukuplah Allah menjadi pelindung dan penolong kita.

Al Baqoroh ayat 186 mengajarkan bahwa akan dikabulkan semua doa jika doa itu hanya ditujukan kepada Allah.

17 Agustus 2008

07 Agustus 2008

Jombang, pernah dengar??

Jombang, kotaku
kota sedang yang tenang
Jombang, kota santri
Jombang Beriman
Bersih, Indah, Nyaman

pernah mendengar Jombang??
apa yang ada di pikiran kau?
pembunuhankah??
hmm...
tidak salah

hhh...
astaghfirullah
ya Allah,,,
forgive us
save us


Yang jelas, kalau berbicara tentang pembunuhan oleh Ryan, aku jadi sedih. Secara, Jombang tempatnya. Tanah lahirku. Terlebih, tempatnya di Kecamatan Tembelang. Dekat lho dari rumahku, kan aku di Kecamatan Ploso. Kalau mau ke Jombang kota, aku pasti melewati Kecamatan Megaluh dan Tembelang. Mungkin sekitar 5-10 km.

Astaghfirullah...

02 Agustus 2008

What Weird with Gramedia??

Jum'at , August 1th, Yanwar and me were taking a walk to Gramedia and BEC. I bought a ATA harddisk, then bought some books, so did Yanwar but he didn't buy a harddisk. When i was preparing sholat Maghrib at Gramedia,, I saw these

The building was good,,
good designing
good architecture
good parking


So luxury, isn't it

But, on the other side










We (Yanwar and me) concerned these cases
  • No hijab, no separation beetwen man and ladies wudhu's room.
  • Not enough space on the place for sholat (mushola), it just for a row space.
  • Not available condition supporting, so crowd of queue
I just wanna ask, why it happen?
So large public building, public place Gramedia just has a very very small mushola!

"Just for identity? At least, there is a mushola"

What?? Is that so easy saying these matters is "just for identity that at least, there is mushola"?? Is that guy who built this place is not muslim? That place is not good anymore

Astaghfirullah
What must we do, brothers?
Ya Allah, forgive us

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets