Tampilkan postingan dengan label Al Hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Hadist. Tampilkan semua postingan

19 Mei 2011

Sedang Terjadi

Bismillahirrohmanirrohim

Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepadaku 'Abdul 'Aziz bin Isma'il bin 'Ubaidillah bahwa Sulaiman bin Habib menceritakan kepada mereka dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda:
"Ikatan-ikatan Islam akan terburai satu demi satu, setiap kali satu ikatan terburai orang-orang bergantungan pada ikatan selanjutnya. Yang pertama kali terburai adalah masalah hukum dan yang terakhir adalah shalat."
Hadist no - 21139 Musnad Ahmad

Nah, hal ini tanpa di sadari sedang terjadi sekarang ini, setuju? Suatu pertanyaan yang patut kita kemukakan adalah, "Ke mana perginya orang-orang yang mengaku dirinya beriman?". Adakah tanggung jawab yang coba kita sematkan pada pundak kita masing-masing? Ataukah kita lalai karena disibukkan oleh berbagai hal? Tapi tenang kawan, semua belum terlambat selama kita belum tutup usia. Silahkan berkontemplasi jika ingin ikut memikirkan hal ini. Minimal, dimulai diari diri kita sendiri. Semoga Allah mengkaruniakan pemahaman yang benar kepada kita dan membimbing kita menuju ridhoNya.

Aamiin

13 April 2011

Menggantikan atau Tergantikan?

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Bismillahirrohmanirrohim

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa [amanat] yang aku diutus [untuk menyampaikan]nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti [kamu] dengan kaum yang lain [dari] kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu
(QS.11:57)

Pergantian sangat erat dengan kronologis sejarah, bagaimana Allah mengijinkan terjadinya pergiliran suatu kaum.

“Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.”
[HR Ahmad dan Baihaqi dari Nuâman bin Basyir dari Hudzaifah]

Wallahu a'lam

14 Agustus 2010

Hadits Arbain Ke-I : Niat Hanya Karena Allah Semata

Bismillahirrohmanirrohim
___________________


[Hadits Arba'in Ke-1]
Niat Hanya Karena Allah Semata

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia
berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya. Setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan".
(HR. Bukhari dan Muslim) .

Intisari:
1. Seseorang itu tidak boleh berinisiatif untuk melakukan suatu perbuatan kecuali ia mengetahui hukumnya.
2. Niat itu tidak boleh diwakilkan (pelaku sendiri yang berniat).
3. Pekerjaan seseorang tidak sah apabila tidak disertai niat.
4. Tidak boleh berniat dalam semua ibadah kecuali bila ibadah itu disyari'atkan.
5. Keutamaan hijrah dari negeri orang-orang musyrik ke negeri orang-orang muslim demi ridha Allah, atau hijrah dari negeri yang penduduknya penuh maksiat ke negeri yang penduduknya bebeas dari maksiat.
6. Ikhlas berbuat karena Allah dan waspada dari sikap pamer dan mencari popularitas.
7. Niat itu tempatnya di dalam hati.


Tafsir Hadits:
Hadits ini adalah salah satu prinsip dari Dienul Islam. Rasulullah menjelaskan dalam hadits ini, bahwa semua perbuatan yang disyari'atkan membutuhkan niat. Semua perkataan dan perbuatan setiap orang mukmin tidak sah dan tidak diterima tanpa adanya niat, karena niat adalah dasar dan ukuran bagi semua perkataan dan perbuatan.
Perbuatan itu dinilai baik selagi niatnya baik, dan sebaliknya akan dinilai buruk jika niatnya buruk.
Sebagai contoh, seseorang yang hijrah dari negeri non-muslim ke negeri muslim demi cintanya kepada Allah dan Dienul Islam, demi menuntut ilmu dan mengamalkan Islam. Maka orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya. Apabila maksud dan tujuannya adalah hal duniawi, seperti memperoleh harta benda atau memperistri wanita, maka balasannya adalah harta atau isteri sesuai niatnya, sehingga tidak mendapatkan pahala hijrah.
Wallahu a'alam

====
Suplemen

- Seorang penyair berkata:
"Orang yang menjual Ad-Dien demi dunia. Sungguh, ia kembali merugi"

- Penyair lain berkata:
"Bila kau sibuk
jangan sibuk selain yang dirighoi Allah
Tiada manusia mati kecuali ia disertai oleh amal yang telah diperbuatnya"


SOURCE:
Intisari Tafsir Hadits Arba'in An-Nawawiyah
Pensyarah: As-Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Muhshin

25 Maret 2010

[Hadits Arba'in Ke-1] Niat Hanya Karena Allah Semata

Bismillahirrohmanirrohim

[Hadits Arba'in Ke-1]
Niat Hanya Karena Allah Semata

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia
berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya. Setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan".
(HR. Bukhari dan Muslim) .

Intisari:
1. Seseorang itu tidak boleh berinisiatif untuk melakukan suatu perbuatan kecuali ia mengetahui hukumnya.
2. Niat itu tidak boleh diwakilkan (pelaku sendiri yang berniat).
3. Pekerjaan seseorang tidak sah apabila tidak disertai niat.
4. Tidak boleh berniat dalam semua ibadah kecuali bila ibadah itu disyari'atkan.
5. Keutamaan hijrah dari negeri orang-orang musyrik ke negeri orang-orang muslim demi ridha Allah, atau hijrah dari negeri yang penduduknya penuh maksiat ke negeri yang penduduknya bebeas dari maksiat.
6. Ikhlas berbuat karena Allah dan waspada dari sikap pamer dan mencari popularitas.
7. Niat itu tempatnya di dalam hati.


Tafsir Hadits:
Hadits ini adalah salah satu prinsip dari Dienul Islam. Rasulullah menjelaskan dalam hadits ini, bahwa semua perbuatan yang disyari'atkan membutuhkan niat. Semua perkataan dan perbuatan setiap orang mukmin tidak sah dan tidak diterima tanpa adanya niat, karena niat adalah dasar dan ukuran bagi semua perkataan dan perbuatan.
Perbuatan itu dinilai baik selagi niatnya baik, dan sebaliknya akan dinilai buruk jika niatnya buruk.
Sebagai contoh, seseorang yang hijrah dari negeri non-muslim ke negeri muslim demi cintanya kepada Allah dan Dienul Islam, demi menuntut ilmu dan mengamalkan Islam. Maka orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya. Apabila maksud dan tujuannya adalah hal duniawi, seperti memperoleh harta benda atau memperistri wanita, maka balasannya adalah harta atau isteri sesuai niatnya, sehingga tidak mendapatkan pahala hijrah.
Wallahu a'alam

====
Suplemen

- Seorang penyair berkata:
"Orang yang menjual Ad-Dien demi dunia. Sungguh, ia kembali merugi"

- Penyair lain berkata:
"Bila kau sibuk
jangan sibuk selain yang dirighoi Allah
Tiada manusia mati kecuali ia disertai oleh amal yang telah diperbuatnya"


SOURCE:
Intisari Tafsir Hadits Arba'in An-Nawawiyah
Pensyarah: As-Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Muhshin

01 Juli 2008

Bacalah Al Qur'an Setiap Hari, Saudaraku


Dari Abu Musa ra. berkata
Rasulullah SAW bersabda " Orang mukmin yang membaca Al Qur'an adalah seumpama buah utrujah (limau manis) yang baunya harum dan rasanya manis, orang mukmin yang tidak membaca Al Qur'an adalah seumpama buah kurma yang tidak mempunyai bau harum walaupun rasanya manis, orang munafik yang membaca Al Qur'an seumpama bunga raihan yang baunya harum tapi rasanya pahit, dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an adalah seumpama buah hanzhalah yang tidak berbau harum dan rasanya pahit."
(HR. Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah)

Captured from Buku Mutaba'ah Tahfidz Rumah Qur'an Salman ITB

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets