Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

06 Mei 2013

Rezeki yang Paling Utama

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada kesempatan ini saya ingin sekali membahas tentang "Rezeki". Ya, suatu kata yang sudah sangat jamak dan sering kita dengar. Suatu kata yang menggambarkan entitas yang dikejar oleh manusia. Pada bagian ini saya ingin membahas mulai dari makna rezeki yang jamak dipahami orang pada umumnya. Pertama, umumnya pemahaman rezeki ini sudah menyempit sekali dewasa ini. Karena, secara umum pemahaman rezeki ini disamakan dengan gaji yang diperoleh seseorang karena usahanya. Boleh jadi bagian terakhir tidak salah, yaitu diperoleh dengan mengusahakannya, walaupun tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika rezeki tadi diartikan sama hanya dengan gaji. 

Rezeki, jika kita mau berpikir sedikit lebih teliti, maka akan memiliki makna luas. Sesungguhnya, apa saja yang kita dapatkan atas seizin Allah SWT untuk bisa dimanfaatkan dalam hidup ini adalah rezeki. Baik yang memiliki bentuk fisik seperti gaji, makanan, minuman, sinar matahari, siang, malam, udara, dsb tidak akan bisa kita sebutkan satu per satu. Bahkan, ada rezeki yang tidak bersifat fisik seperti rasa senang, rasa aman, rasa tenang, dsb tidak akan bisa kita sebutkan satu per satu. Maka dari sana lah banyak yang mencoba merumuskan bahwa ada suatu rezeki yang ultimate, paling prioritas, dan paling tinggi derajatnya, yaitu nikmat IMAN dan ISLAM. Mengapa?

Berikut "salah satu" jawabannya:

[QS.8:38]

قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف وإن يعودوا فقد مضت سنة الأولين

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu".(QS.8:38)

Mari kita coba cermati ayat di atas maka kita akan melihat adanya perubahan sikap dari "kekufuran" menuju "keimanan" dan disempurnakan dengan "keislaman". Di sana dikatakan "jika mereka berhenti dari kekufuran (penolakan terhadap perintah-perintah Allah), niscaya Allah akan mengampuni dosa yang sudah lalu". Maka kita akan melihat suatu proses pertaubatan seorang hamba dari "menolak perintah Allah (kufur)" menjadi "menerima dengan ikhlas perintah Allah", yang inilah kita sebut dengan "iman - islam". Maka tidak pantas jika kita mendebat atau menolak atau hanya menawar perintah-perintah Allah. Karena dengan itu, maka pada dasarnya keyakinan (iman) kita hancur. Karena yakin, iman, adalah modal dasar taubat bisa diterima sehingga dosa-dosa yang sudah lalu bisa diampuni Allah SWT.

Wallahu a'lam bishowwab

07 Februari 2013

Pendorong Penyimpangan dan Menuju Jalan Kesesatan

بسم الله الرحمن الرحيم

Biasanya, kita sering dijelaskan dan mendengar kajian tentang bagaimana jalan Islam itu. Bagaimana karakteristiknya dan bagaimana dasarnya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas sedikit tentang kebalikan dari jalan tersebut, yaitu jalan menuju kesesatan. Harapannya, kita semakin paham lagi apa-apa yang bisa membawa kita menyimpang dari jalan yang lurus menuju kesesatan. Sehingga, kita dengan sadar bisa menghindarinya dan semoga kita yang beriman termasuk orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat. Aamiin

Berikut adalah poin-poin yang bisa mendorong penyimpangan dan menuju ke jalan kesesatan:


1. Mengikuti hawa nafsu pribadi


فإن لم يستجيبوا لك فاعلم أنما يتبعون أهواءهم ومن أضل ممن اتبع هواه بغير هدى من الله إن الله لا يهدي القوم الظالمين


Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.
(QS.28:50)


أرأيت من اتخذ إلهه هواه أفأنت تكون عليه وكيلا
-
أم تحسب أن أكثرهم يسمعون أو يعقلون إن هم إلا كالأنعام بل هم أضل سبيلا

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
(QS.25:43-44)

2. Mengikuti nenek moyang tanpa pengetahuan


وإذا قيل لهم اتبعوا ما أنزل الله قالوا بل نتبع ما ألفينا عليه آباءنا أولو كان آباؤهم لا يعقلون شيئا ولا يهتدون

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"
(QS.2:170)

وإذا قيل لهم تعالوا إلى ما أنزل الله وإلى الرسول قالوا حسبنا ما وجدنا عليه آباءنا أولو كان آباؤهم لا يعلمون شيئا ولا يهتدون

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? 
(QS.5:104)

3. Kepatuhan kepada selain Allah SWT


يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر ذلك خير وأحسن تأويلا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(QS.4:59)


وإن تطع أكثر من في الأرض يضلوك عن سبيل الله إن يتبعون إلا الظن وإن هم إلا يخرصون

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
(QS.6:116)

Dari poin di atas, bolehlah kita simpulkan bahwa pendorong penyimpangan dan menuju jalan kesesatan adalah poin kemusyrikan. Jika dirinci adalah kemusyrikan untuk tidak mau tunduk dengan insyaf menghamba dan mengabdi kepada Allah SWT saja. Karena di sana ada penghambaan dan pengabdian yang berdasar pada nafsu pribadi, pada kebiasaan nenek moyang tanpa ilmu, dan mengikuti kebanyakan manusia yang jahil untuk tidak patuh kepada Allah SWT saja. Mari kita muhasabah diri, menilai apakah ada poin-poin tadi masih ada menempek pada diri kita? Mari kita segera menghindarkan diri sejauh-jauhnya dari poin-poin tadi.


Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman dan selalu terbimbing dalam jalan sirathal mustaqim sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat, sehingga terhindar dari poin-poin yang disebutkan di atas. Aamiin

Wallahu a'lam

05 Februari 2013

Janji Allah : Allah Menjaga Orang yang Menyampaikan Risalah

بسم الله الرحمن الرحيم

يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته والله يعصمك من الناس إن الله لا يهدي القوم الكافرين


Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
(QS. 5:67)


Saya ingin sedikit mengulas tentang janji Allah kepada manusia yang beriman kepadaNya dengan sesungguhnya dan mennyampaikan risalahNya kepada masyarakat luas. Satu ayat yang membahas itu adalah di Surah Al-Maidah ayat 67 seperti yang tertera di atas. Mari coba kita perhatikan:

Di awal kalimat Allah memerintahkan Rasul (penyampai risalah) untuk tabligh ( بلغ ). Bagi kita yang beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW, tentulah menjadi kewajiban kita untuk meneruskan risalah tersebut. Menyampaikan apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya. Tidak lain adalah Al-Qur'an, yang berisi risalah (tauhidullah). 

Jika risalah tersebut tidak disampaikan, maka itulah yang disebut orang yang tidak amanah (ingat, amanah memiliki kaitan erat dengan iman). Maka syarat utama orang itu amanah adalah beriman dan menyampaikan risalah.

Allah berjanji bahwa Ia akan menjaga ( يعصمك ) pembawa risalah tadi dari gangguan manusia (الناس). Artinya, dalam berda'wah dan menyampaikan risalah, sungguh Allah tidak akan membiarkan pejuang risalah menjadi terhina di dunia maupun di akhirat. Ini menjadi indikasi juga bahwa pertentangan yang akan terjadi antara para penegak risalah dan para penghadangnya. Karena setiap ada aksi, maka ada reaksi (macam Hukum Newton euy..). Maka tidak akan ada hambatan jika tidak ada yang dihambat. Allah mengingatkan ini bahwa sunatullah bahwa gangguan (manusia) akan ada. Inilah proses (sirathal mustaqim) yang memisahkan mana yang membela al-Haq dan al-Bathil. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi orang yang beriman untuk hanya yakin kepada Allah saja cukup sebagai sebaik-baik penjaga dan penolong. Dengan yakin hanya kepada Allah, kita sudah menjauhkan diri dari sikap musyrik yang tidak diampuni oleh Allah.

Mari ber-fastabikhul khoirot. Meniti jalan sunnaturrasul dalam mempertahankan keimanan dan aqidah kita dengan Al-Qur'an sebagai satu-satunya pedoman yang layak diikuti.

Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billah...

12 September 2012

Sebelum Dijelaskan tentang Al Qur'an, Kita itu Tersesat dan Lalai

بسم الله الرحمن الرحيم

نحن نقص عليك أحسن القصص بما أوحينا إليك هذا القرآن وإن كنت من قبله لمن الغافلين
Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (QS.Yusuf:3)

Pada ayat di atas, dijelaskan bahwa di dalam Al Qur'an, diceritakan kisah-kisah terbaik. Bagaimana ayat-ayat dan kisah dalam Al Qur'an bisa kita pahami? Yaitu dengan dibacakannya dan dijelaskannya isi Al Qur'an kepada "manusia (awam)", dari "Kami". Sebelum itu dibacakan dan dijelaskan, maka manusia itu lalai. Di ayat di atas menggunakan "ghafiliin", yang berarti lalai, yang artinya tidak hanya sekedar tidak tahu, tapi juga tidak mau tahu, main-main, dan tidak serius.

Artinya, karena ayat ini diturunkan untuk segenap manusia di dunia hingga akhir zaman, maka tentulah pasti kita akan melalui masa "lalai" itu. Masa di mana kejahiliyahan-lah yang menyetir kita. Masa ketika setelah fitrah manusia yang terbawa ketika bayi dan balita mulai teracuni oleh godaan-godaan dunia di masa remaja dan dewasa. Maka ketika, orang tua dan diri kita sendiri tidak sadar apa itu tanggung jawab manusia di dunia, pedoman apa yang harus dia pegang, dan apa yang harus dia lakukan, maka sesungguhnya kita masih ada dalam kejahiliyahan.

Mungkin ada dari kita yang sejak kecil dikenalkan dengan sholat, zakat, dan ibadah ritual ke-Islam-an lainnya, namun kebanyakan karena orang tua belum memahami bagaimana hidup ber-Islam dengan benar dan lengkap, maka mulai terjadilah degradasi ilmu dan kualitas keimanan, sehingga mudah terjerumus dalam kejahiliyahan. Sehingga, kita semakin sulit untuk membuktikan "keimanan" kita untuk dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Pernah merasa seperti itu?

ووجدك ضالا فهدى
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (QS.Ad-Dhuuha:7)

Memang itulah sunatullah, ketika Islam hanya dilihat sebagai konsep tanpa implementasi, maka akan menyebabkan kegalauan, kebingungan dan kesesatan. Maka, benarlah ayat di atas yang menyebutkan bahwa kita itu "dholal" - sesat; "ghafiil" - lalai hingga mendapat petunjuk (dibacakan dan dijelaskan tentang Al Qur'an) hingga dibimbing dalam melaksanakannya, tidak dilepas dengan interpretasi sendiri tanpa ilmu dan seenak perut (hawa nafsu) sendiri.

Wallahu a'lam bis showab

09 Agustus 2012

Nuzulul Qur'an

Bismillahirrohmanirrohim

Sedikit saya ingin mengulas masalah Nuzulul Qur'an.
Seperti yang sering dibahas, arti harfiah Nuzulul Qur'an - Nuzul-Al-Qur'an - adalah "Turunnya AL Qur'an". Sehingga secara istilah, diartikan momen pertama kali diturunkannya Al Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak pendapat tentang kapan diturunkannya Al Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, salah satu yang terkuat adalah tanggal 17 Ramadhan. Walaupun di sana waktu pertama kalinya wahyu turun ke Rasulullah, namun disebut Qur'an karena wahyu itu bagian dari kebenaran Qur'an secara utuh. 

Nah, yang menjadi konsen di sini, apakah cukup itu sajakah yang kita peringati sebagai Nuzulul Qur'an? Kalau Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan dibacakan dan dijelaskan oleh Jibril, kalau begitu bagaimana dengan kita? Bagaimana kita bisa tahu isi, penjelasan, dll tentang Al Qur'an jika kita hanya memperingati Nuzulul Qur'an hanya sebatas untuk pribadi Muhammad? Justru dengan diturunkannya wahyu kepada Nabi, maka tanggung jawab kita lah untuk juga menjemput bola mencari dan menanamkannya dalam hati kita dan melaksanakannya semampu kita.

Dari sedikit kontemplasi di atas, secara implisit kita akan melihat bahwa tidak semerta-merta orang yang lahir ke dunia ini langsung paham dan berislam dengan sadar, betul tidak? Apa kita pernah ingat ketika lahir bahwa kita harus mengabdi kepada Allah SWT dan ittiba' kepada Nabi Muhammad SAW? Pasti di sana ada proses mencari kebenaran dan belajar, sehingga kita yakin berislam tanpa ada kerguan didalamnya.

Nah, proses inilah yang mahal dan tidak semua orang mau untuk memikirkannya. Begitu pula yang terjadi pada sahabat-sahabat Rasulullah. Mereka dibacakan dan dijelaskan mengenai kitab dan hikmah. Tiap-tiap dari mereka diturunkan wahyu - Nuzul-ul-Qur'an - ke dalam hatinya sehingga mereka bersatu dalam ketaatan kepada Allah SWT di dalam kepemimpinan Islam yang dikomando oleh Nabi Muhammad SAW. Itulah Islam yang benar, itulah Islam yang utuh, itulah Islam yang satu, itulah Islam Rahmatan lil 'Alamin.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

* كتاب أنزل إليك فلا يكن في صدرك حرج منه لتنذر به وذكرى للمؤمنين
* اتبعوا ما أنزل إليكم من ربكم ولا تتبعوا من دونه أولياء قليلا ما تذكرون

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). 
(QS.Al A'raaf:2-3)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lalu bagaimana dengan kita? Adakah kita sudah mengalami proses seperti itu pula?

Allahu a'lam

30 Juli 2012

Penjual Sop Buah

Bismillahirrohmanirrohim

Kali ini, saya ingin bahas seorang penjual sop buah di salah satu pusat kota di Bandung. Sebetulnya bukan masalah produk sop buahnya yang ingin saya bahas, namun bagaimana proses beliau menyiapkan sop buah itu yang menarik perhatian. Mengapa? Berikut alasan-alasannya:
  • Beliau sangat rapi dalam menyiapkan semangkuk sup buah.
  • Beliau suka bersih-bersih setiap menyelesaikan satu langkah proses. Misal saat memotong buah, beliau langsung membersihkan pisaunya dan meletakkannya kembali ke tempat semula. Misal ketika setelah selesai menuangkan susu, akan selalu melap kaleng susu tersebut. 
  • Penempatan posisi barang-barangnya pun rapi dan tidak asal meletakkan.
Oleh sebab itu saya mencoba menyempatkan beli sop buah ini kalau lewat di daerah tersebut. Bukan sekedar ingin sop buahnya, namun melihat prosesnya. Berikut gambarnya


Jadi teringat bahwa menjadi muslim itu kudu bersih dan suka yang bersih-bersih (menegur diri sendiri) hehehe.. Berikut beberapa ayat-ayat Allah yang menunjukkan pentingnya bersih-bersih:

(QS.3:164)
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

(QS.9:103)
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(QS.20:76)
(yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

Mari semangat bersih-bersih
Bersih jiwa dan harta, aamiin ...
Insya Allah

Positif - Negatif : Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal

Bismillahirrohamnirrohim

Setiap tahunnya, hampir selalu bisa dipastikan bahwa di negeri (Indonesia) ini selalu terjadi perbedaan dalam pendapat penetapan tanggal 1 Ramadhan maupun 1 Syawal. Hal ini lumrah, karena perbedaan tersebut muncul dari hasil ru'yat maupun hisab dari masing-masing lembaga yang berusaha untuk menetapkan kebijakan lembaganya. Yang ingin saya kemukakan di sini bukan mengenai operasional atau teknis bagaimana cara menentukan tanggal 1 Ramadhan ataupun 1 Syawal, namun justru lebih mencoba menggali positif dan negatif yang terjadi ketika problem ini berlarut-larut. Ini berdasar pendapat pribadi loh (hehe)

Sisi Positif
  • Banyak masukan informasi sebagai input penetapan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal.
  • Umat Islam menjadi kreatif dan berusaha sesolutif mungkin dalam mempelajari dan menetapkan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal, baik melalui ilmu pengetahuan, penghitungan matematis, hingga teknologi ru'yatnya.
  • Ummat Islam di Indonesia menjadi teredukasi untuk ikut mempelajari dan mengamati kebijakan-kebijakan yang ada agar tidak bingung.
Sisi Negatif
  • Ummat Islam terlihat masih terpecah dalam mempertahankan kebijakan kelembagaan masing-masing yang diusung, hingga beresiko melupakan keutuhan ummat Islam itu sendiri. Berbeda pendapat itu wajar dan fitrah yang perlu dihargai, namun Allah memberikan petunjuk agar perbedaan yang ada tidak justru membuat ummat berpecah, namun justru akan sadar dan berusaha selalu bersatu dalam tali-Nya (QS.3:103).
  • Problem 1 Syawal menjadi isu penting karena di waktu tersebut diharamkan untuk shaum, ummat Islam harus semuanya telah tercukupi kebutuhannya sehingga bisa "tidak shaum" semuanya. Di sana terlihat pentingnya Zakat Fitrah yang telah dibagikan sebelum sholat Iedul Fitri. Menetapkan secara tepat tanggal 1 Syawal menjadi penting.
  • Ummat Islam terlihat masih krisis dalam hal persatuan ummat. Karena, prinsip "muwahid" belum meresap ke dalam hati ummat secara merata.
  • Akibatnya, ummat Islam di Indonesia menjadi divergen dalam menentukan pilihannya. Ada yang memilih mengikuti lembaga ngajinya masing-masing (yang mereka anggap pemimpin yang harus diikuti karena ilmunya lebih tinggi), namun ada juga yang mengikuti pemerintah yang dianggap sebagai ulil amri-nya dalam hidup ini karena yang mengatur seluruh aspek hidupnya. Yang perlu kita ingat adalah, setiap ummat akan dibangkitkan dengan pemimpinnya untuk mempertanggungjawabkan setiap pilihan yang dipilihnya, dan tentunya bukan dalam kondisi berpecah-belah. (QS.17:71). Di sini menjadi penting untuk dipelajari, kepemimpinan yang bagaimanakah yang perlu diikuti agar kita tidak tersesat di dunia dan di akhirat (QS.4:59). Mari belajar dari Nabi Muhammad SAW.
Semoga bermanfaat,
Semoga kita termasuk orang yang berada di atas sirathal mustaqim sehingga tidak tersesat di dunia maupun di akhirat, aamiin ...

Wallahu a'lam bisshowab


30 Juni 2012

Kepemimpinan : Panduan dari Allah (Note : 1)

Bismillahirrohmanirrohim

Panduan dari Allah dalam menentukan pemimpin yang pantas (layak) diikuti dan yang tidak:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS. Al Maidah : 51)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (QS. Al Maidah : 57) 

Bagaimana dengan kita?

13 Juni 2012

Janji Allah : Menukar Ketakutan menjadi Aman Sentosa

Bismillahirrohmanirrohim

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
(QS.An-Nuur : 55) 

Mari menjemputnya :)

13 Mei 2012

Sabar adalah ...

Bismillahirrohmanirrohim

Sabar, suatu kata yang sering dibahas, diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Bagaimana Allah menjelaskan tentang sabar? Berikut adalah beberapa ayat yang diturunkan Allah untuk mendefinisikan makna sabar.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
(QS. 3:146)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"
(QS. 2:155-156)

Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar di mata Allah. Aamiin... 

07 Mei 2012

Khusyu'

Bismillahirrohmanirrohim

Allah SWT mendeskripsikan khusyu' dalam Qur'an sebagai:

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
(QS.2: 45-46)

Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.
(QS.21:90)

Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar dimampukan dan dibimbing menjadi orang yang khusyu'. Aamiin 

03 Mei 2012

Mari Cerdas Menghisab Diri dan Bersikap

Bismillahirrohmanirrohim

Hari ini, ayat ini terngiang di benak saya. Mari kita melihat sedikit lebih dekat tentang ayat ini. 

QS.59:18
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pertama, ayat ini ditujukan kepada seluruh ummat manusia dan khususnya bagi orang-orang yang beriman. Kita diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah SWT dan diperintahkan untuk selalu memperhatikan apa yang telah kita lakukan / persiapkan untuk menghadapi hari esok (akhirat) kelak. Kembali kita diingatkan, untuk bersegera bertakwa kepada Allah SWT. Karena, persiapan untuk menghadapi hari akhirat, tidak lain adalah hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT. Lalu, dipertegas di bagian akhir bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang telah / akan kita kerjakan. Jadi mari menghisap diri dan berhati-hati dalam bertakwa kepada Allah. Semoga kita termasuk hamba Allah yang taat kepada Allah dan selamat dunia - akhirat. Aamiin 

03 April 2012

Paper Accepted, Alhamdulillah

Bismillahirromanirrohim

Terakhir saya posting tentang konferensi SITIA 2012. Alhamdulillah kemarin baru saja dapat kebar kalo paper saya diterima, alhamdulillah. Terlebih lagi, tanpa revisi. Jadi tak usah repot-repot merevisi :). Berikut potongan kalimatnya:

Dengan hormat,
Kami memberitahukan bahwa paper saudara dengan judul :
Reconfiguration of ---blablabla (Rachavidya, Trio Adiono)
diterima tanpa revisi serta dapat dipresentasikan pada 13th Seminar on Intelligent Technology and Its Application yang diadakan di kampus Jurusan Teknik Elektro ITS tanggal 23 Mei 2012. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama Saudara.

Semoga hal ini tidak menjadi aktivitas sia-sia dan bisa diarahkan untuk ibadah, aamiin, Insya Allah.
Mari bersama-sama membuat hidup menjadi hidup secara sempurna!

Berikut ayat motivasi bagi kita yang beriman:

QS. 2:28
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

19 Desember 2011

Semua Manusia Pernah Bersaksi

Bismillahirrohmanirrohim

Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka [seraya berfirman]: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul [Engkau Tuhan kami], kami menjadi saksi". [Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah terhadap ini [keesaan Tuhan]", (QS.7:172) 

13 April 2011

Menggantikan atau Tergantikan?

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Bismillahirrohmanirrohim

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa [amanat] yang aku diutus [untuk menyampaikan]nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti [kamu] dengan kaum yang lain [dari] kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu
(QS.11:57)

Pergantian sangat erat dengan kronologis sejarah, bagaimana Allah mengijinkan terjadinya pergiliran suatu kaum.

“Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.”
[HR Ahmad dan Baihaqi dari Nuâman bin Basyir dari Hudzaifah]

Wallahu a'lam

10 April 2011

Sedikit tapi Dalam

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Bismillahirrohmanirrohim

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan [rasul-rasul] (137). 
[Al Qur’an] ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (138). 
(QS.3:137-138)

 

04 April 2011

Pembuat Kerusakan

Bismillahirrohmanirrhim

Siapakah orang yang berbuat kerusakan itu? Mari kita tanyakan kepada yang lebih tahu.

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan [yang berhak disembah] selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (62). Kemudian jika mereka berpaling [dari kebenaran], maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan (63).
QS.3:62-63

Apakah sekarang [baru kamu percaya], padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (91)
QS.10:91

Orang-orang yang kafir dan menghalangi [manusia] dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (88)
QS.16:88

Sebetulnya masih banyak ayat lain yang menjelaskan tentang pembuat kerusakan. Namun, ayat-ayat di atas sudah cukup menjelaskan siapa pembuat kerusakan itu. Jadi siapakah pembuat kerusakan itu? Allah menjelaskan  bahwa mereka yang ingkar dan yang menghalangi manusia dari jalan Allah, maka itulah yang berbuat kerusakan. Semoga kita bisa menentukan pilihan dengan bijak. Apakah kita mau menjadi orang yang didefinisikan sebagai pembuat kerusakan? That's our choice

Wallahu a'lam

19 Maret 2011

Percaya Diri itu Penting, Tapi Ada Syaratnya

Bismillahirrohmanirrohim

Diriwayatkan dan ditulis kembali dalam kitab tarikh Nabi Muhammad SAW, ketika tengah terjadi Perang Badar, ketika pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum musyrikin Quraisy tengah saling menyerang satu sam lain, masing-masing kubu berdoa agar mendapatkan kemengan.

Dari kubu muslimin
Nabi Muhammad SAW berdoa
"Ya Allah, sempurnakanlah kepadaku segala apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa-apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau memberikan kekalahan pada pasukan Islam, tentulah Engkau tidak disembah di muka bumi ini"

Dari kubu musyrikin Quraisy
Abu Jahal berdoa:
"Ya Tuhan, siapakah yang lebih cinta kepada Engkau dan yang lebih ridha pada ssi Engkau. Maka berilah pertolongan kepada kami ya Tuhan! Kamilah yang terutama membela kebenaran, maka berilah pertolongan kepada kami! Ya Tuhan, agama kami yang lama dan Muhammad yang baru! Ya Allah, tolonglah olehMu di antara kedua itu yang paling baik!"

Ternyata, setelah dipahami, ternyata kedua kubu itu berperang untuk membela agamanya masing-masing yang ternyata sama-sama berdoa kepada Allah. Mereka saling percaya diri sebagai pihak yang benar. Allah gambarkan dalam ayat berikut:

Inilah dua golongan [golongan mukmin dan golongan kafir] yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS.22:19) 

Allah juga memberikan suatu petunjuk bagaimana mengidentifikasi kebenaran, yaitu dari ayat berikut

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih [dari syirik]. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah [berkata]: "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS.39:3)  
 
Nah, ternyata masalah utama ada kebersihan / kemurnian. Ketika ajaran yang dianut tidak murni dan salah jalan, maka dikhawatirkan yang terjadi adalah tidak diterimanya amal ibadah. Seperti yang dijelaskan Allah pada ayat berikut:

Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk [mendatangi] Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai [nya], hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (34) Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. (35) 
>> QS.8:34-35

Inilah gambaran Allah (ayat 34) kepada penguasa Mekah  (Abu Jahal) waktu itu. Mereka tidak mengerti akan ajaran Milah Ibrahim yang lurus. Mereka mengatur penduduk dan kota Mekah dengan penuh unsur kemusyrikan. Yaitu dengan menyembah berhala dari patung-patung yang mereka percayai bisa menyambungkan lebih cepat doa mereka kepada Allah. Padahal langsung dijelaskan oleh Allah, penyembahan semacam itu tidak akan sampai amal ibadahnya. Seakan hanya siulan dan tepuk tangan. Abu Jahal dan pengikutnya, merasa ajaran agama yang diketahuinya tetaplah murni seperti dahulu dibawa oleh Nabi Ibrahim as, apalagi nenek moyang mereka (kakek-nenek, ibu-bapak, ketua-ketua kaum) juga melakukan hal yang sama. Para musyrikin tidak paham bahwa ajaran yang mereka terima sedari kecil itu sudah belok jalannya. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW berusaha memurnikan ajaran Islam.  Sebagai pemimpin Islam yang membawa umat yang lebih berhak untuk menguasai Masjidil Haram. Untuk mengarahkan segala peribadahan langsung lurus menuju Allah.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan bersikap
Wallahu a'lam 


Sebuah Pilihan Sikap

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Bismillahirrohmanirrohim

Katakanlah: "Inilah jalan [agama] ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak [kamu] kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS.12:108)

Ini pilihanku,,
Kalau anda?

17 Maret 2011

Pilihan (dipilih... dipilih...)

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Bismillahirrohmanirrohim

Apakah (oarang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yangmengerjakan haji dan mengurus masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Maka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim (QS.9:19)

Nah, anda mau yang mana? dipilih... dipilih... ^^

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets