13 Juli 2008

WALL-E Inspiration of Future Dream and Scary Disaster

Baru saja saya menonton film ini.
Yah, mungkin awalnya saya tidak mengetahui film hingga melihat top movies IMDb. Nah, saya tertarik mencoba menonton film ini karena dia ada di peringkat pertama IMDb 2008 dengan genre animasi. Hah? Kukira yang pertama itu KungFu Panda (karena sudah saya tonton dan bagus). Jadinya saya tertarik menonton film ini.

Mungkin, saya tidak akan menjelaskan panjang lebar masalah jalan ceritanya. Kan jadinya tidak menarik, hehehe997x. Yang jelas, film ini menceritakan tentang keadaan masa yang akan datang ketika bumi ini rusak akibat tangan-tangan manusia sendiri dan kecanggihan teknologi (terutama sistem kendali cerdas, robotika, dan aeronautika) yang telah mengurus segala keperluan manusia.

Singkatnya, Wall-E adalah robot yang diciptakan untuk mengepak sampah yang ada di bumi. Setelah penciptaannya, para manusia semakin malas dengan semakin tidak menghiraukan keadaan lingkungan sekitarnya. Mengapa? Karena fasilitas telah terpenuhi dengan baik namun tidak diimbangi dengan kesadaran manusia itu sendiri. Alhasil, karena rusaknya bumi itu, manusia dikirim ke luar angkasa dengan dunia buatan berbentuk pesawat bernama AXIOM. Yah, sedangkan bumi ditinggalkan tak terawat. Wall-E sendiri yang tersisa hanya 1 buah dengan segala keterbatasannya tetap istiqomah mengepak sampah. Yah, film ini juga dibumbui dengan kisah ketertarikan Wall-E dengan Eve, robot yang dikirim ke bumi untuk menemukan kehidupan (dari keberadaan tanaman di bumi). Selebihnya, silahkan lihat sendiri :)

Saya setuju dengan voting di IMDb yang menempatkannya pada urutan pertama. Walaupun dalam film ini hampir tidak ada percakapan yang panjang, tapi film ini telah mampu menunjukkan dan menyampaikan pesan dengan baik. Pesan yang kudapat dari film ini adalah:
  • Keistiqomahan dalam kebaikan dan kebenaran itu mahal dan patut diperjuangkan 'tuk kemuliaan hidup dunia dan akhirat.
  • Kecanggihan teknologi dan peresebarluasannya perlu diimbangi dengan ketajaman hati nurani.
  • Kepedulian akan lingkungan sekitar kita perlu diasah dan dibangun. Jangan sampai teknologi membekukan pikiran dan mengeraskan hati kita. Naudzubillah

2 respon:

Zero mengatakan...

Weqs, belum pernah nonton film-nya, bukan kategori yang senang ke bioskop, menanti di Rileks saja,. ^_^

Rachavidya mengatakan...

Hahaha... g juga mas,, q g nonton di bioskop :)

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets