23 Juni 2008

Jalan-Jalan di Kampungku

Setelah sekian lama kutinggalkan kampungku yang sangat kusayangi ini, akhirnya hari ini aku bisa jalan-jalan keliling. Setelah cukup lama berjalan, ternyata kudapati beberapa hal yang bisa kuklasifikasikan 2 hal. Yaitu perubahan dan stagnansi.

Untuk yang pertama, akan kujelaskan sedikit mengenai perubahan yang kulihat. Beberapa perubahan yang kasat mataku adalah sekolah dasarku. Sekarang sekolah tersebut sudah menjadi sekolah besar di tengah pedesaan yang masih hangat. Besar dalam arti intra maupun ektrakurikulernya. Banyak perubahan secara fisik yang tampak. Seperti pembangunan taman, penggabungan SDN Rejoagung I dan II menjdi SDN Rejoagung. Dulu sih akibat SDN Rejoagung II sedikit peminatnya. Alasannya, prestasi SDN Rejoagung I lebih menonjol. Terutama ketika jamanku, banyak gelar juara menghampiri, dari tingkat kecamatan dan kabupaten (alhamdulillah). Oleh karena itu, SDN Rejoagung I mendapat proyek sekolah percobaan dengan diberi bantuan sekitar 10 unit mesin jahit. Mulok pertanian, panembromo, dan masak+dagang digalakkan. Setelah jamanku pun, diteruskan dengan pembangunan mushola dan bantuan sekitar 15 unit komputer. Barokallah... Finally, tadi aku pun melihat sudah ada ekstra tari. Alhamdulillah, akhirnya usahaku yang ingin mengenalkan SDN Rejoagung I di kancah kabupaten dengan ikut lomba n menang sangat didukung oleh kinerja guru-guru. Terutama kepala sekolah waktu itu, Bpk. Soedarto yang sangat disiplin dan visioner. Aku merasa SD adalah rumah keduaku.

Selanjutnya, yang nampak stagnan adalah beberapa hal. Salah satunya adalah kehangatan sapaan masyarakatnya. Seperti biasa, setiap berjalan kucoba 'tuk memberikat wajah yang menyenangkan orang dan tidak cemberut. Istilahnya, "senyum-salam-shining face". Mencoba untuk menyenangkan orang yang kutemui walaupun tidak mengenalnya. Hehehehe... Biasanya memakai kata-kata "monggo" atau Sundanya "mangga". Atau kadang pertanyaan salam yang dipakai sebagai tegur sapa saja, semacam "...badhe dhateng pundi?" ("mau kemana?"), "saking pundi?" ("dari mana?). Aku sangat bersyukur dan merasa nyaman bisa tinggal di daerah ini.

Ya Allah, jagalah saudara se-imanku 'tuk selalu istiqomah dan ingatkanlah mereka dengan lembut jika mereka lupa. Amin...

Akhirnya, kulanjutkan perjalanan ke warnet yang baru buka di desa sebelah. Lumayan, karena biasanya aku harus keluar dan pergi sejauh 10 km untuk nge-net. ^_^

0 respon:

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets