28 Januari 2009

KSM Semester IV

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, hari ini saya telah mengambil KSM (Kartu Studi Mahasiswa) untuk semester 4. Ini awal 'tuk kembali berjuang. Allahu akbar. Menuju IP 4,00. Amin

27 Januari 2009

Mata Kuliah Semester IV

Bismillahirrohmanirrohim

Ini adalah daftar mata kuliah yang Insya Allah saya ambil di semester 4 depan:

23 Januari 2009

HME ITB Mendapat Emas Pertama

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, di Olimpiade KM ITB 2009 ini, HME telah berhasil merebut satu emas di cabang Catur Beregu, atas nama Daud Bonatua EL'07, Eric Bastian EL'04. Selamat untuk mereka khususnya dan HME umumnya. Untuk Daud, ini merupakan hasil yang menggembirakan setelah sebelumnya beberapa bulan lalu menyabet Juara 5 Nasional Catur. Dengan begini, HME semakin bersemangat untuk menjadi Juara Umum Olimpiade KM ITB 2009. Semoga tercapai. Amin...

OK Champ!!!

Jadi Admin Blog Lain :)

Bismillahirrohmanirrohim

Beberapa hari yang lalu, saya diminta mbak Rita buat membantu ngurus blog matematikanya. Karena beliau sudah agak jarang browsing internet. Semoga saya amanah. Amin. Saran dan kritik anda kami tunggu. :)

Alamat blognya: http://matematika.dzikr.com

20 Januari 2009

Rekapitulasi Nilai, IP Semester 3 dan IPK

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, telah selesai perjalanan akademis saya di ITB ini, tepatnya di Teknik Elektro hingga semester 3 ini dengan lancar. Syukur selalu dipanjatkan Allah yang telah memberikan ijin dan mengiringi langkah akademik saya hingga saat ini. Untuk kesempatan ini, kembali akan saya sampaikan update hasil akademis saya selama kuliah di ITB, terutama hingga semester 3 ini. Setiap mata kuliah yang saya tulis di sini akan saya sertai dengan nilai sesuai yang saya ketahui dan beberapa komentar. Semoga, dengan menuliskan update ini, saya semakin mawas diri bahwa diri ini kecil dan tak ada apa-apanya tanpa izin dari Allah. Untuk lengkapnya, adalah sebagai berikut ini:

:: EL2091 Struktur Diskrit (3 SKS) Grade: A
  • UTS1: (77,5/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Alhamdulillah, pelajaran ini bisa selesai dengan memusakan.


:: EL2093 Rangkaian Elektrik (3 SKS) Grade: A
  • UTS1: (?/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Ini adalah pelajaran yang bikin deg-deg-an untuk semester ini. Sangat keren dan menantang pelajarannya. Banyak yang bilang, pelajaran ini adalah momok-nya semester 3. Sangat terkenal di antara para mahasiswa EL ITB. Alhamdulillah, selesai dengan memuaskan.


:: EL2095 Sistem Digital (3 SKS) Grade: C
  • UTS1: (72/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Ini adalah pelajaran yang menyenangkan. Namun, nampaknya nilai saya untuk ujian UTS2 kurang memuaskan. Entah berapa nilainya secara persis saya tidak tahu. Namun, karena UTS2 paling banyak adalah tentang desain, maka bisa dibilang lebih berat untuk sebagian mahasiswa. Nah, nampaknya hal itu pula saya alami sehingga ahirnya mendapatkan nilai C ini. Jujur, saya cukup kecewa dengan hasil ini, karena tidak sesuai dengan harapan dan target semula yaitu A. Hmmm, tapi mau bagaimana lagi, saya yakin ini yang terbaik untuk semakin mengasah mental saya.


:: EL2193 Praktikum Rangkaian Elektrik (1 SKS) Grade: A

Praktikum/Nilai Praktikum/Nilai BCL
  • I / 82 / 85,5
  • II / 85 / 90,25
  • III / 75 / 90
  • IV / 83 / 90,25
  • V / 82 / 95
  • VI / 85 / 85,5
  • Nilai Akhir (?/100)
Praktikum ini menyenangkan :) . Sip dah pokoknya.


:: EL2195 Praktikum Sistem Digital (1 SKS) Grade: A

Praktikum/Nilai Praktikum/Nilai BCL

  • I / 85 / 68,4
  • II / 82 / 95
  • III / 86 / 81
  • IV / 81 / 80
  • V / 83 / 100
  • VI / 65 / 95
  • Nilai Akhir (?/100)
Praktikum ini menantang :) . Manteb bleh.


:: IF2030 Algoritma dan Struktur Data (4 SKS) Grade: C
  • UTS1: (30/100)
  • Tugas Besar I (78/100)
  • UTS2: (?/100)
  • Tugas Besar II (?/100)
  • Nilai Akhir: (?/100)
Pelajaran yang satu ini memang bisa dibilang, belum saya kuasai dengan baik. Maka nilai C, nampaknya cukup mewakili dengan jelas. Apalagi, ini berbobot 4 SKS, maka terasa sekali akibatnya untuk IP saya semester ini.


:: MA2072 Matematika Teknik I (3 SKS) Grade: A
  • UTS1: (87/100)
  • UTS2: (100/100)
  • Quiz: (100/100)
  • Nilai Akhir (94,15/100)
Mata kuliah ini sangat menyenangkan. Alhamdulillah hasilnya juga menyenangkan dan sesuai target. Bahkan untuk nilainya melebihi target. Yaitu, mendapatkan nilai 100 di ujian. Sudah lama sejak UAN SMA dulu, saya baru bisa mencicipi nilai ujian 100 lagi setelah kuliah berjalan 3 semester. Alhamdulillah ya Allah.


:: KU2071 Pancasila dan Kewarganegaraan (2 SKS) Grade: BC
  • Kehadiran (76/100)
  • Tugas (?/100)
  • UAS (?/100)
  • Nilai Akhir (73,3/100)
Jujur, untuk mata kuliah PKn ini, saya tidak menyangka mendapatkan nilai semacam ini. Hal ini diakibatkan oleh persentase kehadiran saya. Masya Allah. Hal ini akibat miss-komunikasi saya dengan asisten dosen. Pada kuliah pertama, asisten pernah bilang bahwa untuk kehadiran, mahasiswa boleh tidak masuk 5 kali. Nah, selama saya kuliah, arti dari pernyataan itu adalah, absen hingga lima kali berarti dinilai kehadirannya adalah 100%. Nah, pada kuliah ini, saya pernah absen kalo tidak salah 3 kali. Hal ini disebabkan, saya lebih memilih megerjakan laporan praktikum. Mengapa? Karena saya memberikan deadline pada diri sendiri bahwa laporan harus sudah selesai sebelum jam 12.00. Akhirnya, saya yang notabene tidak memiliki laptop, memilih mengerjakan laporan pagi. Biasanya durasi kotornya hingga pukul 09.00. Nah, ternyata pernyataan itu tidak berarti sesuai dengan yang ada di benak saya. Ketidakhadiran saya menyebabkan nilai saya anjlok. Astaghfirullah.

Hal ini menambah catatan buruk saya tentang "sesuatu hal yang tidak saya persiapkan dengan matang". Maksudnya, biasanya saya membuat keputusan dengan pertimbangan hingga kasus terburuk. Biasanya, dengan pemikiran yang lebih matang itu, umumnya kegiatan saya lancar dan tidak ada masalah berarti. Namun, ketika saya tidak berpikir matang, cukup berpikir "kulitnya saja", maka kasus terburuk yang biasanya tidak muncul, menjadi benar-benar terjadi. Saya tidak tahu mengapa, tapi yang jelas ini sudah saya alami dari kecil, SD tepatnya. Sehingga saya cukup hafal dengan kasus seperti ini. Yang jelas, saya yakin Allah memiliki rencana yang terbaik untuk saya dengan memberikan pelajaran-pelajaran semacam ini.

Konklusi Indeks Prestasi
IP Semester III : 3,15
dengan
IPK 3,14.


Yang jelas, IP semester 3 ini lebih baik dari semester 2, tapi masih kalah daripada semester 1. Secara umum, target IP 4,00 belum bisa tercapai untuk semster ini. Tapi, saya tetap akan berusaha mewujudkan mimpi saya itu di perkuliahan-perkuliahan depan. Banyak pelajaran baru yang saya terima di semester ini, insya Allah akan sangat bermanfaat. Harapan saya, semoga untuk ke depan, saya bisa meningkatkan semangat dan prestasi, akan terus belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Semooga ini bermanfaat untuk kita semua. Amin.

17 Januari 2009

Phosphorus Bomb

Bismillahirrohmanirrohim

In the War of Israel - Palestina, we often hear of Phosporus Bomb. It is well known that forbidden used in a war-fight. Why? Lets discuss an overview of this bomb then.

White phosphorus (WP) is a flare and smoke producing incendiary device or smoke-screening agent that is made from a common allotrope of the chemical element phosphorus. White phosphorus bombs and shells are incendiary weapons, but can also be used as offensive anti-personnel flame compounds capable of causing serious burns or death. The agent is used in bombs, artillery, and mortars, short-range missiles which burst into burning flakes of phosphorus upon impact. White phosphorus is commonly referred to in military jargon as "WP".

White phosphorus weapons are controversial today because of their potential use against civilians. While the Chemical Weapons Convention does not designate WP as a chemical weapon, various groups consider it to be one. In recent years, the United States, Israel, and Russia have used white phosphorus in combat.


:: Effects on humans


White phosphorus can cause injuries and death in three ways: by burning deep into tissue, by being inhaled as a smoke, and by being ingested. Extensive exposure by burning and ingestion is fatal.

1) By burning

Incandescent particles of WP cast off by a WP weapon's initial explosion can produce extensive, deep (second and third degree), burns. Phosphorus burns carry a greater risk of mortality than other forms of burns due to the absorption of phosphorus into the body through the burned area, resulting in liver, heart and kidney damage, and in some cases multi-organ failure. These weapons are particularly dangerous to exposed people because white phosphorus continues to burn unless deprived of oxygen or until it is completely consumed. In some cases, burns are limited to areas of exposed skin because the smaller WP particles do not burn completely through personal clothing before being consumed. According to GlobalSecurity.org, quoted by The Guardian, "White phosphorus results in painful chemical burn injuries".


2) By inhalation of smoke


Burning WP produces a hot, dense white smoke. Most forms of smoke are not hazardous in the kinds of concentrations produced by a battlefield smoke shell. Exposure to heavy smoke concentrations of any kind for an extended period (particularly if near the source of emission) does have the potential to cause illness or even death.

WP smoke irritates the eyes and nose in moderate concentrations. With intense exposures, a very explosive cough may occur. However, no recorded casualties from the effects of WP smoke alone have occurred in combat operations and to date there are no confirmed deaths resulting from exposure to phosphorus smoke.

The Agency for Toxic Substances and Disease Registry has set an acute inhalation Minimum Risk Level (MRL) for white phosphorus smoke of 0.02 mg/m³, the same as fuel oil fumes. By contrast, the chemical weapon mustard gas is 30 times more potent: 0.0007 mg/m³.


3) By oral ingestion


The accepted lethal dose when white phosphorus is ingested orally is 1 mg per kg of body weight, although the ingestion of as little as 15 mg has resulted in death. It may also cause liver, heart or kidney damage. There are reports of individuals with a history of oral ingestion who have passed phosphorus-laden stool ("smoking stool syndrome")

Source is mostly taken from http://en.wikipedia.org/wiki/White_phosphorus

So, we know that Phosphorus Bomb is potentially dangerous for all people. Not only for the military or who fights in the main battlefield, but also the civil. Furthermore, the effects of this bomb are so painful for the victim. So, what kind of the human who use it in a battlefield?

15 Januari 2009

Beberapa Hari Ini...

Bismillahirrohmanirrohim

Mungkin untuk kali ini, saya ingin bercerita sedikit tentang beberapa hal menarik (menurut saya) yang saya alami beberapa hari ini. Yah mungkin tidak kronologis karena saya menuliskannya sambil mengingat-ingat mana saja bagian-bagian yang saya ingat. Hehehe997x. Mari kita mulai...

Kebetulan atau .. ??
Cerita ini awalnya terjadi ketika saya bermain-main di sekretariat HME ITB. Nah, waktu itu siang bolong yang panas. Saya mengantuk. Lalu, ketika saya jalan-jalan sembari mencari buku yang berjudul "Electromagnetical Fields and Waves" karangan Magdy F. Iskander, saya malah menemukan buku Alumni ITB terbitan ITB Press tahun 2000 kalau tidak salah. Nah, dengan tebal tang hampir 10 cm, kubuka sedikit-sedikit halaman per halaman. Namun akhirnya capek pula. Nah, tibalah saya pada salah sati halaman yang membuat saya memperhatikan satu orang di foto itu. Tertulus Solahudin Wahid, kelahiran Jombang. Wah, ini kan Gus Solah. Eh ternyata beliau itu dari Arsitektur ITB. Nah, setelah menemukan itu saya mengajak teman samping saya pas ketika waktu itu adalah si Iwan (Kurniawan Surya Suminar). Nah, kutanyakan ke dia, tahu orang ini gak? Dia bilang tahu, kan dulu pernah jadi cawapres juga. Tiba-tiba dia melihat alamat rumah Gus Solah. Serta merta di bilang, "lho.. ini kan kompleks rumah gua". Wah, dia kaget, so saya ikut kaget pula. "Masa sih?" saya tidak percaya hehehe997x. Akhirnya si Iwan mengeluarkan KTPnya. Kuperhatikan dan kubaca, Subhanallah beneran sama alamatnya, hanya beda blok.
Wow, si Iwan aja tidak menyangka, apalagi saya juga malah kaget pula. Wh, dari kejadian ini saya benar-benar semakin yakin bahwa skenario Allah memang sangat hebat. Begitu rapinya hingga kadang kita tidak menyadarinya. Bayangkan, alumni ITB yang tertulis di buku tebel yang hampir 10 cm tebalnya itu, saya tunjuk satu nama, dan pas ketika itu pula di sampingku adalah tetangganya. Semakin dipikir, semakin rasa takjub meringsek di hati ini. Allahu Akbar!!

Pengalaman Menjadi Danus (Dana Usaha) untuk Pertama Kali
Pada hari Rabu kemarin, saya mendapatkan amanah mengantarkan proposal KENMI 2009 ke perusahaan-perusahaan target sponsor. Nah, ini merupakan pertama kalinya seumur hidup saya merasakan menjadi tim dana usaha. Subhanallah, betapa banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari perjalanan kemarin ke Jakarta. Baik dari segi teknis maupun nonteknis. Maklum, selama ini saya jarang menjadi panitia yang berhubungan dengan keuangan acara :). Dari sini pula saya bisa berkesempatan untuk menuju perusahaan yang sudah cukup terkenal. Beberapa tempat yang saya kunjungi di Jakarta adalah Freeport, Wisma Bakrie (ternyata dekat dengan kantor KPK), Schlumberger, Telkomsel, Total. Semoga bermanfaat, amin.

Kok dipencet gak nyala yah??
Nah, pengalaman yang satu ini agak aneh. Ketika saya berada pada salah satu perusahaan di lantai dasar, saya bersiap untuk naik menggunakan lift. Lalu, ketika ada salah satu lift yang terbuka, masuklah saya ke dalamnya. Saya pencet buttron untuk lantai 16. Namun, lampu indikatornya kok tidak nyala? Wah, apa yang salah? Dengan tetap tenag saya memencet lagi push buttonnya. Akhirnya, ketika telah sampai di lantai 11, lift tersebut turun kembali. Wah lho? Ternyata salaha satu orang dalam lift tersebut berkata bahwa lift ini hanya untik lantai 1-11. Selebihnya ada di jalur lift lain. Wah?? Hehehe... Dengan tetap tanag dan tersenyum kujawab, "oh ya?! wah salah dong! makasih ya pak!" :)

Kok tidak ada garisnya??
Nah, pengalaman yang satu ini juga masih berhubungan dengan lift. Pada kesempatan untuk naik ke lantai tertentu, lagi-lagi menunggu lift yang tersedia. Nah, setelah beberapa menunggu sambil melihat tempat tersebut, saya tertarik bahwa lift dan arsitekturnya yang digunakan oleh gedung ini. Liftnya macam menggunakan bahan yang mengkilap dan bisa digunakan untuk berkaca. Nah, perhatian saya tertuju pada salah satu lift yang entah mengapa terlihat begitu jernih pintunya. Wah, bagusnya. Sampai-sampai saya tidak bisa melihat garis tengah antara 2 slide pintu lift. Saya dan teman saya begitu kagum (mungkin seperti itulah istilahnya). Nah, karena begitu kagumnya, kucoba cari garis batas tersebut, dengan cara menyentuh dan merabanya. Namun setelah kucoba sentuh, eh ternyata tak terasa apa-apa. Alias pintu lift tersebut terbuka. Masya Allah, saya tertipu nampaknya :p

12 Januari 2009

Adab Membaca Al Qur'an

Bismillahirrohmanirrohim

Pada posting http://rachavidya.blogspot.com/2008/12/ketika-membaca-al-quran.html , saya pernah curhat. Nah, tindak lanjut dari gal itu, saya coba tuliskan artikel Adab Membaca Al Qur'an yag saya peroleh dari Blog Mata' Salman ITB. Semoga bermanfaat.

Agar bacaan Al-Quran kita berkualitas dan bermanfaat, dan dapat memberikan nilai dan ganjaran dari hasil tadabbur kepadanya, serta memberikan pengaruh positif dan istiqomah kepadanya, sehingga dapat mengamalkannya seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya serta para salafus salih, maka selayaknya memperhatikan terlebih dahulu beberapa adab dan etika yang mesti dijalani dan komitmen dengan aturan-aturannya, baik sebelum atau saat membaca Al-Qur’an.

Sebagian ulama banyak memberikan masukan tentang adab-adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang mana hal tersebut mereka dapati dari hadits-hadits Rasulullah saw dan sirah –sejarah- para sahabat, begitupun yang mereka dapati dari hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an, dan pengalaman mereka yang berharga dalam mentadabburkan Al-Qur’an.

Para ulama yang menyusun cara membaca Al-Quran, juga menjabarkan beberapa adab-adab dan sesuatu yang dibolehkan dalam membaca Al-Qur’an dan memberikan peringatan dari hal-hal yang makruh. Dan diantara ulama terkenal yang mempunyai pehatian terhadap adab-adab ini adalah Hujjatul Islam; Abu Hamid Al-Ghozali. Beliau berkata dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin”, ada sepuluh adab dalam membaca Al-Quran untuk bisa dijadikan amalan zhahiri, dan sepuluh lainnya sebagai amalan bathini yang harus diterapkan oleh pembaca Al-Qur’an.

Dan diantara ulama lainnya, Imam An-Nawawi yang menyusun kitab yang begitu indah dan bermanfaat yaitu “At-Tibyan Fi Adabi Hamlatil Quran” ; dalam dua bab; lima dan enam beliau mengkhususkan pembahasan tentang adab-adab membaca Al-Quran

Begitupan Imam Suyuthi menyebutkan apa yang disebutkan Imam Al-Ghozali dan An-Nawawi tentang Adab-adab membaca Al-Quran, sehingga beliau dapat menyusun kitab yang berjudul : ”Al-Itqon fi Ulumul Quran” bebrapa bagian dari adab-adab membaca.

Adapun Adab-adab dalam membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut :

  1. Memilih waktu yang cocok untuk membaca Al-Quran, dan seperti yang Allah telah tampakkan kepada para hamba-Nya, sehingga turun di dalamnya Limpahan Rahmat, adapun waktu yang cocok adalah sepertiga terakhir di waktu malam hari yaitu waktu sahur, kemudian yang lainnya pada siang hari.
  2. Memilih tempat yang cocok seperti masjid sebagai salah satu dari rumah Allah, atau di pojokan dari bagaian rumahnya yang sengaja disediakan untuk ibadah, sehingga terhidar dari halangan-halangan, kesibukan-kesibukan lain dan suara gaduh, hendaknya menjauh dari kebisingan, teriakan dan pembicaraan tentang dunia, permainan dan canda anak-anak. Dan sangat baik jika membacanya di tengah kebun yang rindang, atau dekat pohon bunga yang harum dan pemandangan-pemandangan yang menyegarkan. Boleh juga membaca Al-Quran di tengah kegaduhan dan keramaian seakan ia ingin memperlihatkan kepada yang lainnya, atau sambil jalan di jalan raya, atau saat mengendarai mobil atau kendaraan lainnya, walaupun tadabbur dalam kondisi demikian sangat sedikit.
  3. Memilih tempat duduk yang cocok, keadaan yang khusus dan perkumpulan orang-orang saleh sehingga ia dapat merasakan kehadiran Allah. Dan sehingga dapat membangkitakan ubudiyahnya kepada Allah, menampakkan ketundukan dan kerendahan hatinya. Jalsah yang paling baik bagi pembaca Al-Quran adalah : menghadap kiblat, sambil duduk seperti saat orang melakukan duduk tahiyat dalam shoalt –guna menampakkan jalsah ubudiyah- dan jika merasa letih dari jalsah ini, maka tetap diusahakan dengan posisi lain yang cocok dan menghadap kiblat. Dan ia berhak menentukan jalsah ini semaunya sehingga menampakan akan penghormatannya terhadap Al-Quran, kerendahan hati dan ketundukannya kepada Allah.
  4. Suci lahiriyah; yaitu harus suci dari junub –hadats besar-, dan bagi wanita harus suci lebih dahulu dari junub, haid dan nifas, dan diutamakan juga suci dari hadats kecil yaitu dengan selalu dalam keadaan berwudlu, agar dapat merasakan pertemuan dengan Allah. Boleh juga membaca Al-Quran –baik untuk ibadah, manghafal atau belajar dan mengajar- tanpa harus berwudlu, karena tidak ada dalil dari Al-Quran yang menegaskan akan hal itu, begitupun dari hadits-hadits Nabi yang shohih tidak mensyaratkan demikian. Para ulama juga memberikan fatwa bagi seorang wanita yang punya gairah belajar dan mengajar –guru atau murid- dalam membaca Al-Quran untuk belajar dan mengajar walaupun dalam keadaan haid atau nifas atas dasar darurat”.
  5. Mensucikan sarana-sarana digunakan untuk membaca Al-Quran, membersihkan hal-hal yang berhubungan dengan kemaksiatan, dosa dan kemungkaran, karena kebersihan dan kesucian tempat merupakan syarat mendapatkan manfaat ! bagaimana seseorang bisa baik membaca dan membersihkan, mentadabburkan dan memahaminya dengan mata yang berhadapan dengan kotoran ? atau dengan telinga yang dikotori suara kemungkaran dan seruling syetan ? atau dengan lisan yang berlumuran dengan najis ghibah, namimah –adu domba-, dusta, olok-olok, penghinaan, dan pelecehan ? bagaimana mungkin seseorang bisa berinteraksi padahal hatinya terkunci, tertutup, terdapat tembok penghalang dari syubhat-syubhat, syahwat, kecendrungan berbuat maksiat dan kemungkaran, mendekati perbuatan tercela dan haram, dirusak oleh penyakit dan amal riya, ujub dan takabbur ?
  6. Menghadirkan niat saat membaca Al-Qur’an, ikhlas karena Allah dan menjauhkan diri dari keinginan duniawi, agar dapat memperoleh ganjaran dalam membaca, mengamalkan dan beribadah dengannya, karena setiap amal bergantung pada niatnya, dan Allah Maha Kaya tidak butuh akan kemusyrikan dan agar juga mendapat memahami Al-Quran dengan baik. Karena Ilmu, pemahaman dan tadabbur merupakan ni’mat dari Allah dan Rahmat-Nya, sedangkan Rahmat Allah tidak bisa bercampur dengan kemaksiatan, kedustaan dan kemungkaran !!
  7. Mengembalikan jiwa kepada Allah dan berlindung dengan-Nya, memohon naungan-Nya, menerimanya dengan penuh keridhaan, atau seperti orang yang tenggelam memohon pertolongan, berlepas diri dari setiap daya dan upaya, atau ilmu dan akal, pemahaman dan kecerdasan, berkeyakinan dengan penuh bahwa semua itu tidak bermanfaat jika Allah tidak menganugrahkan kepadanya ilmu dan pengetahuan.
  8. Membaca isti’adzah dan basmalah, sebagaimana Firman Allah : “Maka jika engkau akan membaca Al-Quran mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk yaitu dengan membaca “Audzubillah minassyaitanirrajim”. (An-Nahl : 9 menghidupkan makna “Istiadzah”, mentadabburkannya, mengakuinya dengan jujur dalam melafadzkannya, agar terealisasi makna istiadzah secara mutlak kepada Allah, agar Allah memberikan perlindungan kepadanya dari tipu daya syetan sebagai janji Allah kepada orang mu’min jika membaca Istiadzah –baik manusia maupun jin- sehingga dia akan dilindungi dan dijauhkan darinya : “Dan apabila kamu membaca Al-Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya”. (Al-Isra : 45-46)
  9. Mengosongkan diri dari kesibukan dan dari menyelesaikan hajat lainnya, seseorang yang membaca Al-Qur’an hendaknya –saat membaca- tidak dalam keadaan lapar, dahaga dan dalam keadaan bimbang dan cemas, dalam keadaan dingin yang dahsyat atau panas yang menyiksa, duduk di depan televisi, matanya membaca Al-Quran sedangkan telinganya mendengarkan televisi, atau sambil menunggu makanan sedangkan jiwanya dan perasaannya sibuk menerima hidangan tersebut.
  10. menghadirkan akal dan fikiran saat membaca Al-Quran dan memfokuskannya kepada Al-Quran saja, menghayalkan akan ayat-ayat yang dibaca, mencegahnya dari keterlantaran dan mengawang-awang dari fenomena-fenomena kehidupan, menggunakan segala celah pengetahuan, sarana tadabbur, perangkat talaqqi dalam jiwa dan perasaan, indra, akal, hati dan khayalan. Memfokuskan diri hanya kepada Al-Quran saja.
  11. Menghadirkan kekhusyuan yang laik menuju Kitabullah, saat membacanya, berusaha mendapatkan pengaruh positif dan interaksi, memperhatikan sebagain tauladan orang-orang yang khusyu dan merasuk saat membaca Al-Quran dari orang-orang salih.
  12. Menangis saat membaca, khususnya pada ayat-ayat tentang azab, atau tentang hari kiamat, yaitu saat melintasi ayat tentang peristiwa hari kiamat dan hari akhir, fenomena dan ketakutan yang akan terjadi didalamnya. Memperhatikan kekurangan dalam melaksanakan hak-hak dan berlebihan akan larangan Allah. Jika tidak bisa menangis maka usahakanlah berpura-pura menangis dan jika tidak mempu juga untuk menangis begitupun pura-pura menangis maka usakanlah untuk menangis dalam diri sendiri yaitu dalam hati.
  13. Mmengagungkan Allah Yang telah menurunkan Al-Quran, merasakan akan kemuliaan-Nya, limpahan karunia dan rahmat-Nya, yang telah memerintahkan kepada hamba-Nya yang lemah. Pengagungan ini merupakan seruan –secara global- untuk mengagunkan Firman-firman-Nya, menerimanya untuk bisa berinteraksi, bertadabbur, bertarbiyah dan berkomitmen dengannya. Seakan dengan pengagungan kepada Allah dan dan Firman-Nya maka si pembaca komitmen dengan adab-adab tilawah lainnya dan menghadirkannya. Dan sarana yang paling penting untuk tilawah adalah dengan bekal yang besar dari nilai-nilai, hakikat-hakikat, pelajaran-pelajaran dan petunjuk-petunjuknya.
  14. Berhenti sejenak pada ayat-ayat yang dianggap perlu untuk ditadabburkan, memahami maknanya dan mengenal hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya, memperhatikan ilmu dan pengetahuan, pelajaran-pelajaran dan petunjuk-petunjuknya. Karena hal tersebut merupakan tujuan dari membaca Al-Quran, dan tidak akan bermanfaat tilawah jika tidak diiringi tadabbur ? tidak melahirkan pemahaman ? dan tidak memberikan kebaikan ?
  15. Hanyut dan terpengaruh dengan ayat-ayat yang sesuai dengan tema dan alurnya, bergenbira saat membaca ayat-ayat yang berkenaan dengan kabar gembira, harapan dan cita-cita, sedih dan menangis saat mendapatkan ayat tentang peringatan, ancaman dan kecaman, senang ketika membaca ayat-ayat tentang ni’mat, takut dan khawatir saat melintasi ayat tentang azab, merenungi diri saat menemui ayat berkenaan dengan sifat-sifat orang beriman agar berusaha melengkapi diri dari kekurangan. Dan ayat-ayat tentang sifat orang-orang kafir agar berusaha untuk menghindar dan menjauhinya. Membuka seluruh indranya ketika membaca ayat tentang perintah, kewajiban –taklif- rabbani untuk bisa diamalkan, dan terhadap larangan dan hal-hal yang haram agar bisa dijauhkan.
  16. Pembaca hendaknya merasa bahwa dirinyalah seakan yang diajak bicara –objek- dari ayat yang dibacanya, dia yang diberikan atas taklifat –kewajiban-, menghidupkan perasaan ini, mencari hasil-hasil dan pengaruhnya terhadap dirinya dan persendiannya. Karena itu, boleh berhenti lama saat berhadapan dengan ayat tentang apa yang di minta dan dilarang. Berhenti sejenak saat membaca ayat yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman” “Wahai sekalian manusia” “Wahai manusia” membuka celah-celah hatinya untuk dapat menerima, berinteraksi dan memenuhi panggilan, karena setelah seruan tersebut bisa berupa perintah yang harus dilaksanakan atau larangan tentang yang harus dijauhi, atau celaan yang harus diperhatikan atau peringatan yang harus dijadikan pelajaran, atau taujih –arahan- menuju kebaikan dan hidayah yang harus diraih segera.
  17. Menghindarkan diri dari tembok yang dapat menghalangi untuk memahami dan mentadabburkan Al-Quran, seperti bertolak belakangnya adab dan kaedah seperti yang telah disebutkan sebelumnya, karena jika terjadi pencampuaran dengan yang bertentangan maka muncul hijab yang dapat menutupi antara si pembaca dan Al-Quran itu sendiri, penutup tirai yang tebal yang dapat menutupi cahaya Al-Quran dan petunjuknya.
  18. Bagi yang mendengar dan mentadabburkan Al-Quran terhadap bacaan orang lain atau di dengar melalui radio atau kaset rekaman, hendaknya juga memperhatikan etika dan adab-adab yang telah disebutkan, lebih giat lagi untuk mendengarkannya, berdiam diri, tadabbur dan talaqqi, jangan membuka kedua telinga saja namun juga membuka segala celah-celahnya seperti talaqqi, interaksi di dalam dirinya, baik indra dan perasaan, khusyu’ dalam mendengarkannya, terutama yang terkait dengan arahan Rabbani yang lurus sesuai dengan Firman Allah SWT : “Dan Apabila dibacakan ayat-ayat Al-Quran maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian dirahmati”. (Al-A’rof : 204)

Adapun Basmalah merupakan bacaan pertama saat ingin membaca Al-Quran pada setiap surat -kecuali surat baraah- dan boleh juga dibaca saat memulai bacaan dipertengahan surat, atau dipotongan ayat, jika saat membaca Al-Quran terhenti sejenak lalu ingin memulainya kembali. Membaca Al-Quran merupakan pintu memohon barokah dan memulai dengan menyebut nama Allah, mengharap limpahan-Nya, kebekahan-Nya dan Rahmat-Nya.

Jika membaca ayat tentang kenikmatan dia berharap kepada Allah menjadi pemiliknya, jika membaca ayat tentang azab memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhi darinya, dan menjawab terhadap pertanyaan-pertanyaan Al-Quran, mengamalkan segala perintah dn taklif –kewajiban, berlepas diri dari kekufuran dan sifat-sifatnya, pakewuh terhadap orang –orang beriman dan menjadikan mereka sebagai pemimpin.


06 Januari 2009

Agenda Rutin Mata' Salman ITB

Bismillahirrohmanirrohim

Berikut ini adalah beberapa Agenda Rutin yang biasa dilaksanakan Majelis Ta'lim (MATA’) Salman ITB. So, untuk teman-teman yang sudah difasilitasi kemudahan untuk mencari ilmu. Bisa meluangkan waktunya. Semoga info ini bermanfaat. Amin

Sabtu 09.30-18.00: Pembinaan AM, Kajian Tafsir (Anggota) @ Masjid Salman ITB
[Untuk sementara, agenda ini hanya dapat diikuti oleh anggota muda dan pengurus MATA' serta orang-orang yang pernah berhubungan dengan MATA' sendiri:)]

Sabtu 16.00-17.00: Kuliah Hadith, bersama Ustadz Udin (Umum) @ Kortim Salman
[Agenda ini tidak hanya untuk anggota atau pengurus MATA' saja, tapi juga terbuka untuk umum. Sistem kajiannya dilakukan secara tematik dan berkelanjutan]

Sabtu 09.00-11.00: Bahasa Arab (akhwat) @ Masjid Salman
[Agenda yang satu ini khusus untuk para wanita atau akhwat, sistem belajarnya dari dasar banget. Tujuannya untuk dapat memahami Bahasa Al-quran yang sebenarnya]

Sabtu 08.00-10.00: Bahasa Arab (Ikhwan) @ Masjid Salman
[Eh ternyata bahasa arab dibuka juga untuk para ikhwan yang terpisah dengan kelasnya para akhwat]

Sabtu 21.00-Subuh: Halaqah Tahfidz @ Masjid Salman
[Bermasalah dengan menghafal Al-quran? Atau bingung karena hafalan yang tak kunjung bertambah? Atau udah punya hafalan banyak, tapi belum sempat di setor? Disini jawabannya... Tapi agenda ini baru tersedia untuk ikhwan. Yang akhwat sabar OK!! Bentar lagi juga ada]


Copied n edited from Mata' Salman ITB

05 Januari 2009

Indonesia? You mean Bali?

Bismillahirrohmanirrohim

Ketika aku mencoba main catur online, kuajaklah lawanku berbincang sedikit. Singkatnya seperti gambar di bawah ini.

03 Januari 2009

10 Facts about Me

Bismillahirrohmanirrohim

Memenuhi undangan dari Yonny Septian Izmantoko, saya menuliskan 10 hal tentang saya. Selamat membaca, commentnya saya tunggu.
  1. Jatuh Cinta dengan Elektro sejak SMP. Entah mengapa, sejak memasuki SMP, pilihan bebas elektro yang saya ambil. Tugas-tugas elektro dan ujiannya pun alhamdulillah dengan mudah saya kerjakan dengan baik. Kayaknya feelnya dapet gitu. Bahkan, pas tugas akhir bikin Speaker Aktif, ngerjainnya H-1, padahal tuh bahannya bejibun. Dari jam 9 pagi sampe maghrib, dan alhamdulillah selesai. Pada kesempatan itu, saya bertindak layaknya juragan yang minta tolong dibelikan bahan ini dan itu sesuai dengan permintaan saya. Mereka patuh pula. Mungkin mereka sadar, yang nyolder semua komponen dan yang merancang arsitekturnya tuh saya. Thanks brothers :)
  2. Banyak yang mengharapkan saya menjadi dokter. Dari teman, guru, dan relasi yang jarang bertemu dengan saya selalu bilang "kalau kamu pintar ya jadi dokter". Karena saya tidak tertarik jadi dokter, kalo ada yang bilang atau menyuruh saya jadi dokter, dengan nada malas menjawab, biasanya kujawab, "yah g mau, yang dokter mah istri saya aja" :)
  3. Paling tidak tahan untuk diam lama. Selalu pingin bergerak dan bergerak. Namun, kalau sakit baru deh diem.
  4. Suka boros untuk hal: beli buku, beli koran, beli majalah, nge-net.
  5. Suka dengan warna putih dan merah. Tapi untuk memilih warna sebetulnya tidak harus menggunakan dua warna tadi. Disesuaikanlah. Tapi memang untuk warna dasarnya ya dua warna tadi.
  6. Alergi dengan telur, ayam potong, dan bumbu masakan dari pabrik. Kalo ayam dan telur kampung gak papa. Made homeselves mang lebih menyenangkan. Konsekuensinya, yang masakin sehari-hariku "nanti" kudu kreatif. :)
  7. Hanya satu kali ditilang polisi, itu pun karena ceritanya saya pingin ditilang dan ikut sidang. Hahaha, gak penting banget yah. TKP di Ringin Conthong Jombang.
  8. Tergila-gila dengan matematika, kalkulus, dan fisika, walaupun kadang aku dikecewakan oleh mereka. Hehehehe :) Yah gimana lagi, saya kan tipe setia. Kalau dah suka, yah siap menanggung resiko yang mungkin terjadi.
  9. Hobi nge-blog gara-gara Mbak Rita :) yang menginspirasi saya untuk nge-blog pertama kali di akhir kelas 3 SMA.
  10. Paling tidak mengerti perempuan. Dulu waktu LDK OSIS SMA, kan setiap orang nulis kelemahan dan kelebihan temannya. Nah, tuh banyak banget kelemahanku tentang hal ini terungkap (dan parahnya baru aku tahu, kalau tidak ada acara ini mungkin sampai sekarang aku juga gak sadar). Katanya, aku ini cuek, gak respect gitu sama perempuan. Dengan polosnya dan tanpa bersalah, dulu aku bilang, "oh... gitu yah".
Nah, sekarang giliran teman-teman yang saya undang. List yang saya undang adalah:

FLV Downloader

Bismillahirrohmanirrohim

Mungkin sekarang kita semakin sering mendengar dan mungkin juga menemukan ekstensi .flv di komputer, internet, atau di tempat-tempat multimedia lainnya. Ya, memang sekarang flv telah menjadi pilihan yang penting dalam role multimedia khususnya intrnet. Karena format ini memiliki beberapa kelebihan. Yang utama adalah formatnya yang relatif lebih kecil dan ringan dalam transaksi secara online.

Hal ini dimanfaatkan oleh penyedia video ataupun situs-situs kumpulan video untuk dijadikan format utama video-video mereka. Nah, kadang dengan format yang berkembang ini, kita butuh player ataupun downloader yang fit dengan format ini. Nah, saya punya solusi player dan juga downloader format flv yang saya rasa cukup bagus. Nilainya 4/5. Hal ini karena software yang digunakan memiliki kemampuan untuk menganalisa video yang diputar dan langsung menyiapkan download linknya. Software tersebut adalah FLV Downloader. Kualitas downloadnya setara dengan Internet Download Manager koq. Jadi jangan panik jika IDM rusak atau lupa tidak terbawa, karena ada FLV Downloader sebagai solusinya. Semoga bermanfaat infonya, ntar Insya Allah ana sambung dengan link downloadnya :).

E-Book International Olympiad (IMO, IChO, and IPhO)

Bismillahirrohmanirrohim

Bagi adik-adik yang ingin atau sedang mengikuti Olimpiade Sains Nasional maupun Internasional, nih saya punya beberapa ebook yang mungkin bisa membantu dalam belajar. Semoga sukses.
Ebook yang saya tawarkan ada 3 jenis. Ebook yang saya sediakan adalah International Mathematics Olympiad (IMO), International Phisics Olympiad, and International Chemistry Olympiad. Semoga bermanfaat. :)

Download IMO : click here
Download IPhO : click here
Download IChO : click here


Lulus Rangkaian Elektrik tanpa UAS

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, setelah melihat pengumuman, saya tidak termasuk yang disarankan ikut ujian semester Rangkaian Elektrik. Berarti, minimal nilai grade saya sudah B. Namun, harapan saya emoga nilai saya berada di grade A. Amin :). Informasi mengenai yang disarankan mengikuti UAS dapat dilihat di link berikut http://s.itb.ac.id/~ardianto_s/re . Terima kasih buat yang dah upload pengumumannya. Jadi bisa diakses dari mana aja selama ada sambungan internet. Nah, sekarang target selanjutnya adalah Sistem Digital dan Struktur Diskrit. Teman-teman, mohon doanya ya, semoga ujian yang tinggal 2 buah lagi ini bisa saya lewati dengan baik dan lancar. Semoga untuk mata kulaih tersebut dan yang lainnya, saya bisa dapat grade A. Amin :) Terima kasih teman-teman atas supportnya.

Salam

01 Januari 2009

FLV Player dan Pidgin 2.5.1

Bismillahirrohmanirrohim

Lagi-lagi upload program, semoga bermanfaat

Yang pertama FLV Player, bisa di download di link ini http://www.4shared.com/file/78422562/9d1718b7/flvplayer.html

Sedangkan, bagi yang mau download Pidgin 2.5.1, saya bagi di link ini http://www.4shared.com/file/78422070/6cc98a31/pidgin-251.html

One of Palestine's

Bismillahirrohmanirrohim

Inilah, salah satu suara yang mewakili hingga jutaan suara Palestina.



Palestine , My name is Palestine
I wrote my name at all fields
with a unique font greater than all titles
The letters of my name, the letters of my name,
live inside me, feed me, spread the soul and fire inside my body
The mountains of the river, knows me well
I spent all my power and ask my nation help
And Saladin was calling, calling inside me

And my Arabic origin is asking me for freedom and revenge
And those flags which were folded at Hatiin (battle)
And the caller of Al Aqsa Masjid is calling for help
And thousands of prisoners are calling for help
Calling the greater nation and calling for millions
Go to Al Quds (Jerusalem),
to a war where the oppressed are, to stop the injustice of the Zionism, and raise the flag of Palestine
My words will remain the same
Palestine, Palestine, Palestine

Posisi Blogku

Bismillahirrohmanirrohim

Posisi blogku menurut Blog Indonesia adalah sebagai berikut:

Your Blog's Rank
":: Contemplation to Approach The Next Future Leader ::"
http://rachavidya.blogspot.com/

is ranked

2992 of 7979 blogs registered.


In comparison to other blogs:
...
2988Photography Blog
2989My Life or Something Like That...
2990Catatan Seorang Mekanik
2991BenaBlog - Cerita Si Bena Kribo
2992:: Contemplation to Approach The Next Future Leader ::
2993Bright day for a life
2994"New Paradigm for Public Health"
2995:: Blognya Cempluk ::
2996LadYNa is in HeRe
2997matahari dan bintang
...


Recent Comments

Powered by Blogger Widgets