19 Juni 2009

Berlatih Fokus Paling Mudah

Bismillahirrohmanirrohim

Note ini saya tulis karena saya mendapati suatu yang unik terjadi di tempat umum. Apa itu? Yaitu kasus kehilangan barang. Yah, nampaknya sepele, sudah biasa, dan lumrah jika di tempat umum terjadi kehilangan. Entah barang berharga dari laptop, buku, hingga dompet ataupun koin recehan :) . Sebetulnya, apa sih yang menyebabkan itu bisa terjadi? Apakah memang terjadi akibat kesalahan pemilik atau memang karena akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab? Hmmmm. Kasus kehilangan barang ini sebetulnya adalah salah satu contoh saja dalam kehidupan sehari-hari kita yang berkaitan dengan fokus.

Sebagai contoh, kadang ketika berada di tempat umum, kita terlalu fokus pada suatu hal sehingga fokus itu tentu tak bisa terbagi menjadi beberapa poin pengamatan sekaligus. Ini merupakan contoh orang yang monotasking. Sehingga, kita bisa jadi lengah di suatu hal di mana fokus kita tidak ditempatkan di situ. Namun, kadang dengan fokus yang dimanfaatkan dalam beberapa poin pengamatan sekaligus, semacam multitask paralel processing -ini istilah saya sendiri lho- , bisa lebih awas terhadap beberapa hal dalam waktu tertentu. Nah, sebaiknya bagaimana yah yang harus dilakukan untuk menjaga fokus kita agar proporsional sesuai dengan kebutuhan? Lalu pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita bisa menjaga hal itu dalam setiap waktu? Itu merupakan masalah atau pertanyaan yang mungkin keluar dari benak kita. Kan, kalau fokus terus kan tegang, capek, dan menguras tenaga. Itu juga pernyataan-pernyataan yang mungkin keluar. So, bagaimana solusinya? Menurut saya, itu hanyalah faktor kebiasaan. Jika kebiasaan akan fokus bisa dilatih, maka kita akan tahu bagaimana cara menempatkan posisi fokus itu secara proporsional.

Manurut saya, salah satu cara berlatih menjaga fokus adalah dengan dzikir kita kepadaNya. Ini merupakan cara berlatih fokus yang paling mudah dan efektif menurut saya. Mengapa saya menyatakan demikian. Sungguh, orang yang selalu menjaga dzikirnya, insya Allah akan dimudahkan dan dilancarkan dalam segala hal yang dikehendakiNya. Biasanya, orang yang menjaga dzikirnya akan selalu waspada akan segala sesuatu yang keluar dari ucapannya dan gerak-geriknya. Sehingga, kita akan mampu mengisi ucapan yang keluar dengan kata-kata yang baik. Oh ya, dzikir ini tidak selalu terdengar oleh orang lain lho atau bahkan telinga sendiri. Maksudnya, dzikir tidak harus menggunakan volume suara yang keras, bahkan bisa juga dilakukan dalam hati. Tapi yang penting adalah, dzikir itu bisa masuk ke dalam hati kita. Bisa dirasakan lantunan dan maknanya menyejukkan hati kita. Dengan begitu, maka kita akan merasa selalu diawasi oleh Allah. Sehingga, pikiran tidak akan kosong. Kosong di sini maksudnya adalah kosong tanpa sentuhan impuls-impuls arus yang teratur. Karena menurut saya, dengan impuls yang tidak teratur maka akan terjadi ketidakjelasan kesatuan informasi di dalam otak. Sehingga "warna" aktivitas otak saat itu sangatlah lemah atau tidak jelas. Sangat berbeda ketika kita melakukan dzikir, impuls yang diberikan jelas informasinya, teratur, dan kontinu. Mengapa? Karena pada dasarnya, dzikir itu mengingat Allah, merasakan kemahabesaranNya dan betapa kecilnya kita. Sehingga, timbul kerileks-an dalam sel dan saraf , akibatnya kerja sel dan saraf pun menjadi optimal. Nah, sungguh indah bukan, ketika kita bisa menjaga fokus itu.

Wallahu a'lam

Semoga bermanfaat

Mau Tanya

Bismillahirrohmanirrohim

Ada beberapa orang yang bilang, wajahku itu mirip wajah orang Arab. Menurut kawan-kawan gimana?


Rekapitulasi Akademik Semester IV

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, akhirnya semester IV yang berat telah usai. Yah, benar berat sih dalam menjalani dan menghadapinya, secara terdapat beberapa mata kuliah yang katanya sering membuat mengulang mahasiswa elektro. Tapi, tentunya ada permulaan akan ada akhir, so semester ini selesai juga. Seperti yang biasa saya lakukan pada akhir semester adalah mencoba jujur menuliskan hasil akademik di blog.

Sebetulnya, hal ini saya lakukan untuk menyadarkan diri bahwa masih banyak yang harus dibenahi, mulai dari pengesetan niat, perangkaian rencana dan eksekusi . Mengapa? Karena, dalam masalah akademik seperti ini, yang merupakan penilaian dosen, bisa jadi parameter penilaian berbeda antar satu dosen dengan yang lain. Nah, dengan menuliskannya di sini, harapan saya adalah saya bisa menilai, seberapa besar nilai niat dan usaha saya dibandingkan dengan hasil yang dicapai memang telah sepadan, atau mungkin hanya kebetulan, atau hanya nilai belas kasihan dari dosen, dll. Mengapa di blog? Mungkin ada juga yang bertanya seperti itu. Tujuannya adalah memberikan contoh konkrit pada pembaca, entah baik atau buruknya nilai saya, namun insya Allah akan saya tambahi dengan kesan dan pesan untuk setiap mata kuliah dengan seobyektif mungkin sebisa saya menuangkannya. Dengan begini, ditambah dengan setiap semester saya update, maka mungkin akan nampak benang merah yang menghubungkan antara apa yang saya rasakan atau apa yang saya usahakan, ternyata berelasi positif/negatif dengan hasil yang dicapai. Sehingga pembaca bisa menggambarkan dengan mudah, pelajaran apa yang bisa diambil dari sini, jika berelasi positif apa kira-kira alasannya atau jika berelasi negatif kira-kira apa alasannya. Entah bahwa saya ini kurang usaha kek, masih kurang optimal kek, dll.

Hasil rekapitulasinya adalah:

Dengan hasil ini, didapatkan IPK 3,30

Untuk kesan dan pesannya, akan coba saya uraikan per mata kuliah.
:: Elektronika
Untuk mata kuliah ini, jujur saya cukup menikmati kuliah bersama dengan Pak Sarwoko. Karena beliau sangat enak diajak berdiskusi tentang materi kuliah. Mungkin memang untuk sebagian orang, cara mengajar beliau agak aneh, tapi sebetulnya beliau itu sangat terbuka jika diajak diskusi.

:: Medan Elektromagnetik
Untuk mata kuliah ini, saya memang kurang suksen pada ujian pertama. Karena saya menyiapkan untuk banyak materi, eh ternyata yang keluar itu tidak semua bab. Malah banyak di gelombangnya. Nah, pas gelombangnya sih bisa, tapi yang model polarisasi gelombang, saya belum jago. Nah, tak optimal, tentulah, dan itu sepadan karena alhamdulillah ujian kedua cukup sukses.

:: Probabilitas dan Statistik
Nah, ini mata kuliah yang berkesan sekali menurut saya. Karena ada survey lapangan dan pengolahan data sendiri. Ini manstab!! Pak Dimitri memang pandai dalam meramu kuliahmenjadi menarik. Two Thumbs Up buat Pak Dim. Oh ya, kalau kawan-kawan ingin tahu bagaimana perawakan beliau, bisa disearch di YouTube dengan nama Dimitri Mahayana. Insya Allah ketemu :)

:: Sinyal dan Sistem
Ini mata kuliah yang saya anggap paling susah di semester IV ini. Sungguh, saya merasa kurang latihan. Makanya tidak dapat nilai yang optimal. Jangan dicontoh ya kawan. Karena ini contoh buruk.

:: Praktikum Elektronika
Alhamdulillah, ini praktikum berkaitan erat tentunya dengan elektronika. Pelajaran yang diberikan di kelas sungguh membantu dalam memahami aplikasi praktisnya. Paling nyambung jika dihubungkan dalan segi berpikir dan analisis rangkaian.

:: Agama dan Etika Islam
Dari mata kuliah ini, ada beberapa hal yang menarik buat saya. Salah satunya adalah, belajar untuk menghafal surat, ayat, dan arti. Yah, jujur masih sedikit sekali yang saya hapal apalagi saya ketahui. Jadi, masih butuh belajar lebih banyak lagi. Bisa jadi nilai yang terpampang tidak sesuai dengan kemampuan saya ini. Atau mungkin, parameter penilainnya yang digunakan doesn itu berbeda dengan apa yang saya perkirakan. Semangat :)

:: Matematika Teknik II
Saya suka mata kuliah ini, terlepas bagaimana cara dosen mengajar, apapun yang berhubungan dengan matematika, aku suka :)

:: Kesehatan Lingkungan
Ini mata kuliah yang sangat membantu dalam memahami begaimana saja kemungkinan masalah kesehatan lingkungan yang bisa terjadi akibat suatu proses atau kegiatan. Sehingga, hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat bisa diidentifikasi dengan baik. Sangat menarik dan menyenangkan.

Semoga dengan hasil yang seperti ini, saya bisa lebih belajar lagi untuk lebih bersyukur. Semoga log kecil ini bermanfaat untuk kita semua. Amin. Terima kasih Allah SWT, untuk ibu, ayah, dan segenap keluarga dan teman-teman yang selalu support dan membimbingku :)

18 Juni 2009

Selamat untuk "The Power of Dream"

Bismillahirrohmanirrohim


Subhanallah, akhirnya Tim The Power of Dream menjadi Juara I KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) kategori robot berkaki. Ini merupakan hasil yang menggembirakan bagi kami civitas akademik ITB umumnya dan Elektroteknik khususnya. Karena, ini adalah hasil yang insya Allah sepadan dari usaha kakak-kakak elaktro ini. Tim yang ditunggangi oleh Ardya Dipta Nandaviri, Syawaludin Rahmatullah, dan Ichwan Kurniawan ini berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya dan menyabet pula Best Algorhytm Award. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya keberhasilan in insya Allah akan menginspirasi banyak orang di elektroteknik ITB khususnya. Mengapa? Karena dengan ini jelas bahwa kegiatan non akademik yang mendukung prestasi sangatlah bermanfaa dan inspiratif, tetapi tetap tidak mengganggu akademik. Mengapa bisa seperti itu? Karena mereka fokus dan telah menghabiskan waktu sekitar 6 bulanan untuk mempersiapkan hal ini. Ya, itulah salah satu hikmah yang bisa diambil dari keberhasilan ini. Namun, saya yakin bukan hanya tiga orang ini yang menang, tapi seluruh awak elektroteknik ITB yang telah memberikan support dan juga bantuannya kepada seluruh tim yang maju adalah penghargaan besar yang pastinya akan berimbas pada performa tim-tim yang maju mewakili elektroteknik ITB. Tepat, yaitu kebersamaan dan kekeluargaan yang membuat semua warga elektroteknik ITB merasa menang, menang dalam mempersiapkan dan bertarung dengan baik. Sungguh, bukan hanya kami, tapi tak lupa juga untuk deluruh peserta KRI-KRDI-KRSI 2009 merupakan pemenang atas usahanya dan juga sportivitas mereka. Yah, bukan masalah hasil saja kawan, tapi usaha, doa, dan kebesaran hati tuk berserah diri padaNya-lah parameternya.


Selamat untuk Tim Power of Dream yang akan mengkuti Lomba Internasional KRCI di Trinity Collage, Amerika Serikat.

Selamat untuk seluruh tim dari Elektroteknik ITB

Selamat untuk seluruh tim dari Unir Robotika ITB

Selamat untuk seluruh peserta KRI-KRCI-KRSI 2009

OK CHAMP!!!! Elektro - Elektro - Elektro!!!

17 Juni 2009

Pengalaman Jadi Asisten Audio Electronics Workshop

Bismillahirrohmanirrohim

Pada hari Minggu, 14 Juni 2009 kemarin, saya diminta menjadi asisten salah satu acara HME ITB. Tepatnya acara dari BU HME, yaitu Audio Electronics Workshop. Wah, ternyata capek juga yah jadi asisten, mencoba 'tuk menuntun teman-teman yang bisa jadi belum bersinggungan dengan dunia elektro sebelumnya. Butuh kesabaran dan ketelatenan. Memang sih, asistensinya bukan asistensi teori yang susah-susah, cuma asistensi pasang dan solder serta sedikit-sedikit pengertian relasi terhadap teori. Hmmm, sebagai asisten sendiri, saya belajar banyak hal. Jadi ingat ada perkataan seseorang, bahwa hikmah ataupun manfaat dari suatu hal akan sangat berkesan dan membekas di hati ini ketika kita melakukannya dan menghadapinya sendiri dengan sepenuh hati. Subhanallah. Semoga bermanfaat ilmunya yah. Amin

15 Juni 2009

Virtual Families Game Shows Me

Bismillahirrohmanirrohim

Beberapa hari yang lalu, saya menyelesaikan tugas probabilitas dan statistik ditemani oleh beberapa aplikasi game. Lho koq bisa? Bukannya saya ini paling "cupu" dalam hal mencari game gratis? Heu.. Yap, tebakannya mudah ya, saya mendapatkan beberapa game dari teman-teman sekelompok saya. Salah satunya yang cukup berkesan adalah game Virtual Families produk dari Last Day of Works. Mengapa cukup berkesan? Yah, intinya game ini mengingatkan saya akan suatu hal penting.

Sebetulnya, game ini adalah game simulasi kehidupan yang berkutat di dalam rumah saja. Tidak ada yang spesial. Membangun keluarga, mencari uang, makan, dll. . Awalnya saya memainkan game ini hanya untuk pelepas penat setelah mengerjakan EL2092. Namun ada bagian yang cukup menyentuh saya. Apa itu? Ketika keluarga yang telah dibangun dengan anak-anak yang semakin dewasa, maka tibalah saatnya mereka kuliah. Awalnya, jika rumah yang ditinggalkan oleh abak-anak itu selalu ramai kesehariannya dengan tawa mereka, keusilan mereka, tiba-tiba lenyap dan tinggal sepasang suami-istri yang berusia setengah baya. Hmmm.. Melihat kondisi itu, saya jadi ingat, apakah seperti ini gambarannya kalau ditinggal sang buah-buah hati? Apakah ini juga yang dirasakan oleh seluruh orang tua yang mengikhlaskan anak-anaknya menempuh pendidikan jauh di sana sementara mereka bekerja dan membesarkan anak-anaknya dengan sepenuh hati.

Dari sedikit simulasi ini, saya semakin sadar betapa pentingnya berkomunikasi dengan orang tua secara berkala. Yah, saya akui selama ini lebih banyak mereka yang menghubungi saya daripada sebaliknya. Apakah ini adalah bentuk keacuhan saya? kekerasan hati saya? Astaghfirullahal'adzim, Ya Allah, sungguh, saya tak ada niat seperti itu. Sungguh... Hal ini mengingatkan saya akan kata-kata dari ibu tentang harapannya kepada anaknya ini. Ibu hanya berharap satu hal pada anaknya ini, yaitu perhatian. Ya, hanya itu kata beliau. Jika saya ingin tahu bagaimana caranya memberikan perhatian dengan baik kepadanya, sungguh Allah azzawajalla akan membimbing.

13 Juni 2009

Studi Singkat Kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat

Bismillahirrohmanirrohim


Studi Singkat Kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat

Bandung merupakan sebuah kota besar sekaligus sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat. Namun, ternyata masih banyak daerah Bandung yang tergolong miskin khususnya di daerah Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan data dari World Bank, garis kemiskinan dibagi menjadi dua yaitu Kemiskinan Absolut, dimana penghasilan masyarakat perkapitanya sebesar Rp 459.000,00 per bulan, dan kemiskinan Moderat, sebesar Rp720.000,00. Namun garis kemiskinan yang ditetapkan World Bank ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan garis kemiskinan yang ditetapkan BPS, sebesar Rp 182.636,00 per bulan. Oleh karena itu, suatu masyarakat yang dikatakan tidak miskin oleh BPS, belum tentu tidak miskin menurut World Bank. Untuk menyelidiki kemiskinan tersebut kami telah melakukan survey kemiskinan dibeberapa daerah di Kabupaten Bandung Barat antara lain di daerah Desa Nanjung (Kecamatan Margaasih), Desa Cikahuripan (Lembang Bandung), Kecamatan Parongpong, Kampung Barunagri, Desa Sukajayat , Desa Sariwangi dan di beberapa daerah lainnya yang tingkat kemiskinannya dianggap cukup memprihatinkan. Pada kesempatan ini, bahasan dikerucutkan kea rah 2 poin penting. Pertama adalah Isu Garis Kemiskinan Masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Kedua adalah Isu Relasi Parameter Kesejahteraan yang ditemukan.

Pertama adalah Isu Garis Kemiskinan Masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Dari data yang didapatkan, pengolahan yang dilakukan terkait isu ini berdasar dengan standar garis kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS dan World Bank. Pada pengolahan yang dilakukan, ditemufan fakta menarik terkait masalah garis kemiskinan ini. Jika ditinjau dari standar yang dikeluarkan oleh World Bank dan juga BPS, tampak adanya perbedaan yang jauh sekali dalam hal penentuan garis kemiskinan. Hal ini, berimbas juga pada hasil pengolahan dan analisis data yang kami lakukan. Pendapatan perkapita pada daerah survey pada umumnya berada di atas garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS. Namun, pendapatan perkapita ini ternyata masih di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan World Bank. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan definisi garis kemiskinan yang diusung oleh 2 pihak ini. Sehingga, kesimpulan yang kami dapatkan pun berbeda bergantung sudut pandang mana yang digunakan sebagai standar. Masyarakat Kabupaten Bandung Barat dianggap tidak miskin jika standar garis kemiskinannya adalah satandar BPS, namun akan menjadi masyarakat miskin ketika standar yang digunakan merupakan standar World Bank. Dengan fakta menarik ini, kami ingin memberikan pandangan yang lebih lengkap kepada masyarakat akan adanya isu garis kemiskinan ataupun pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah. Apakah definisi kemiskinan yang diajukan dan diperjuangkan untuk diberantas benar-benar representatif menjamin kesejahteraan masyarakat? Padahal, pada parameter survey yang digunakan menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga responden pernah mengalami kekurangan. Hal ini diperkuat pula dengan data bahwa pendapatan keluarga dipaksakan seimbang dengan pengeluaran, walaupun pengeluaran itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan primer keluarga. Sehingga, kami simpulkan pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Bandung Barat masih berada pada garis kemiskinan.

Kedua adalah Relasi Antar Parameter Survey. Relasi antar parameter ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada relasi antara parameter yang satu dengan lainnya. Didapatkan, dengan confidential interval sebesar 95%, parameter-parameter yang berelasi adalah:

  • Penghasilan dengan Pengeluaran

  • Penghasilan dengan Biaya Makan

  • Penghasilan denga Luas Bangunan Rumah

  • Penghasilan dengan Kesehatan

  • Pendidikan dengan Penghasilan

Jika diilustrasikan dengan gambar relasi, seperti di bawah ini:

Gambar Ilustrasi Relasi

Dari beberapa pengambilan uji hipotesis dan relasi, didapatkan relasi yang seperti digambarkan di atas. Fakta unik yang kami dapatkan adalah pendidikan memiliki arti yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Mungkin hal ini terdengar biasa, namun jika dicermati dengan baik data yang diperoleh, dengan dengan confidential interval 95%, pendidikan berelasi kuat dengan pendapatan dan pengeluaran keluarga. Sedangkan pendapatan keluarga sendiri berelasi kuat dengan pengeluaran, biaya makan, luas rumah, dan kesehatan keluarga. Relasi yang dibentuk oleh pendidikan dan pendapatan yang didapatkan adalah positif atau berbanding lurus. Jika pendidikan ini tidak diperbaiki dari segi kualitas maupun kuantitas, bisa diprediksikan kondisi kesejahteraan masyarakat tidak akan meningkat, bahkan bisa menjadi lebih buruk di masa yang akan datang. Sebaliknya, jika pendidikan ini bisa diperbaiki dari segi kualitas dan kuantitas, besar kemungkinan kesejahteraan masyarakat akan meningkat di masa yang akan datang. Tentu saja tidak dilupakan faktor kesadaran dan keseriusan dari masyarakat dan pemerintah itu sendiri dalam menyikapi pentingnya pendidikan terhadap kesejahteraan hidupnya.



Lampiran

Beberapa data hasil survey

:: Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang

Pendidikan Terakhir Kepala Keluarga


Pekerjaan Kepala Keluarga


Total Pemasukan dan Pengeluaran per-Bulan

(100% = Total Keluarga Responden)


:: Kecamatan Parongpong

Pendidikan Terakhir Kepala Keluarga


Pekerjaan Kepala Keluarga


Penghasilan Kepala Keluarga


Pengeluaran Keluarga per-Bulan


Dari Hasil Survey EL2092-Probabilitas dan Statistik
Dirangkum dari beberapa kelompok K-01
Editor: Rachmad Vidya WP


04 Juni 2009

Progress Rubik Cube

Bismillahirrohmanirrohim

Rubik Cube 2x2x2, 3x3x3, 4x4x4 were solved completely. Now, is focus on 5x5x5 (next target).

02 Juni 2009

Timku Terdaftar, Syukur, Semoga Lolos, Amin

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah tim saya EL-VAR ITB terdaftar di Electrical Engineering Award 2009. Doakan yah teman-teman, semoga timku bisa memberikan yang terbaik di ajang electrical competition ini, apalagi ini adalah yang pertama bagi tim kami. Doanya yah teman-teman, terima kasih :)

Click the picture above for zooming in

01 Juni 2009

Finally, I've Solved Rubic's Cube 3x3x3

Bismillahirrohmanirrohim

Setelah hanya bisa menyelesaikan 2 layer rubic cube sejak SMA, kemarin lusa aku diajari oleh Iwan untuk menyelesaikan 1/2 kerjaan akhir rubic's cube. Langsung bisa, alhamdulillah. Sekarang tinggal memperlancar den mempercepat waktu penyelesaian. Terima kasih banyak buat Iwan yang dah ngajari buat nyelesaikan layer terakhir. Kudoakan dikau menang di kompetisi rubic'c cube Indonesia. Amin. Ayo berjuang wan, perbaiki rekor 30-40 detik mu itu biar bisa di bawah 10 detik! :)


Hmmmm... Gak Ngerti

Bismillahirrohmanirrohim

Pada hari Jum'at hingga Minggu kemarin saya pergi ke Lembang untuk melakukan suevey kemiskinan untuk tugas Probstat. Nah, Lembang itu tempat tinggal salah sau teman saya, yaitu Arkan, sehingga masalah basecamp kelompok tentunya langsung ditentukan di rumah Arkan. Pada hari pertama, Jum'at, seperti biasa, saya dan teman-teman melaksanakan sholat Jum'at di masjid terdekat. Mereka adalah Yanwar, Araf, Arkan, Iwan, dan Fadjrin.

Pada saat awal-awal khutbah, seperti biasanya, ada doa dan dilanjutkan dengan kalimat-kalimat firman Allah yang akan dibahas dalam khutbah, ini saya anggap sebagai pengantar khutbah. Namun, saya merasa hingga sekitar 5-10 menit, khatib masih "berada" di pengantar khutbah, seperti membaca ayat-ayat. Tapi, setelah didengarkan dengan seksama, ternyata itu adalah bahasa Sunda. Waduh, berarti dari tadi sudah masuk ke isi khutbah. Gak ngertiiii. Yah, akhirnya saya pun berdoa semoga maksud dan isi khutbah yang disampaikan dengan bahasa Sunda (yang tidak saya ketahui maksudnya) bisa dimasukkan hikmahnya ke hati saya. Amin

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets