31 Mei 2008

Pengalaman Mengagetkan -> "Ditembak"

Sebetulnya, pengalaman ini adalah pengalaman sekitar 2 minggu yang lalu. Setelah dipikir, akhirnya kuberanikan untuk menulisnya.
Ceritanya begini, pada saat aku belajar sekitar jam 21.00, tiba-tiba HPku berdering. Yah, suara adzan yang kujadikan ringtone memang enak untuk didengar. Setelah kubuka, astaghfirullah.... aku kaget setelah membaca isinya. Singkatnya, isinya adalah pernyataan isi hati dari seorang perempuan yang secara jujur dan lugas menyatakan "berharap" padaku. Gubrak....
Wah...
Aneh...
Konyol...
Byuh...
Emboh-lah...
Au... Ah... Elap!!!

Padahal aku sendiri belum punya pilihan tetap...
Masih seleksi hehehe.... (bercanda ah..) ^_^

Akhirnya GAK TAK JAWAB!!!
SEREEEM SIH...

Target Liburan -> Hapalanku Nambah

Alhamdulillah, akhirnya semester 2 ini selesai. Tapi, tetaplah perjuangan hidup belum berhenti. Hehehe ^_^.
Setelah merasakan pahit getirnya (dan manisnya) setahun kulaih di ITB, saya semakin paham akan pentingnya integrasi yang kuat dalam pengembangan diri. Mengapa? Karena sebagai insan akademis yang beriman, pastilah kita inginkan adanya keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk itu, saya sudah membuat target-target yang harus aku capai pada liburan panjang ini. Targetku yang utama adalah menambah hapalan yang sempat terhenti beberapa minggu lalu :'(
Semoga berjalan dengan lancar. Amin... Doakan aku ya teman-teman ^_^ hehehe.. Jazakumullah

Target PMBR MSTEI 2008

Setiap kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas. Setiap kegiatan harus memiliki visi yang jelas. Karena kegiatan adalah sarana pengembang dan alat transfer nilai dan motor untuk pencapai tujuan. Sama halnya dengan kegiatan PMBR MSTEI ini. Visinya pun jelas, yaitu "Membangun Kehidupan Mahasiswa STEI yang Tawazun dalam Suasana Kekeluargaan". Visi ini sangat jelas memaparkan suatu tujuan yang harus dapat diraih. Sebagai suatu motor untuk mencapai tujuan, jelas akan adanya kebutuhan individu yang kuat untuk menjalankannya.

Memperkuat individu sebagai kader dakwah, berarti harus memahami akan adanya suatu tanggung jawab yang secara alami telah disematkan di pundak masing-masing individu. Mengapa perlu adanya penyadaran tersebut? Pertanyaan ini adalah pertanyaan dasar yang harus dijawab. Jawabannya, dengan menanamkan suasana kekeluargaan dan pembelajaran, mustahil jika dilakukan hanya berdasar orientasi keberlangsungan kegiatan saja. Lebih jauh lagi, seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk menanamkan nilai-nilai yang benar perlu adanya sumber yang benar. Semakin besar suatu potensi individu, semakin besar pula tanggung jawab yang dipanggulnya. Perlu adanya penyadaran diri pentingnya penanaman jiwa Islam yang tak hanya terucap di mulut tetapi juga dilakukan dengan ikhlas dan dipahami dengan hati.

Oleh karena itu, kegiatan PMBR ini akan menjadi tanggung jawab yang sangat berat tuk mengemban 2 pokok prioritas dakwah. Yang pertama adalah pencitraan kehidupan muslim kampus ITB, yang kedua adalah pelayanan dakwah kampus ITB. Dua hal ini merupakan kegiatan PMBR 2008. Dua core ini harus didukung oleh 2 aspek kepanitiaan yang kuat. Yang ingin saya eksplorasi adalah dua human capital resources yang sangat besar. Yaitu intrapersonal individu yang kuat dan interpersonal ukhuwah yang mantap.

Seperti yang telah disadari, bahwa sumber daya manusia di MSTEI ITB melimpah. Banyak yang telah berpengalaman dalam dakwah daripada saya sendiri. Tetapi, lebih banyak dari itu adalah kalangan yang masih awam akan kehidupan dakwah. Itu merupakan PR besar yang menjadi masalah saat ini. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya pengikat kuat yang dapat menyokong mereka menjadi jamaah yang mantap dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, saya sendiri yang diamanahi sebagai kepala pelaksana PMBR MSTEI, memiliki target pribadi yang ingin saya raih. Target saya adalah membangun kegiatan PMBR ini sebagai kegiatan yang tidak hanya sebagai formalitas adanya penyambutan mahasiswa baru di lingkungan MSTEI. Lebih jauh lagi, jika dirumuskan adalah sebagai berikut:
  • Membangun jamaah MSTEI ITB yang kuat kualitasnya dan besar kuantitasnya.
  • Menjadikan kehidupan Islami mewarnai tiap gerak, ucap, dan pemikiran MSTEI ITB
Dua hal itu merupakan mimpi pribadi saya yang ingin saya wujudkan. Tentu saja dengan kepanitiaan yang kuat untuk mewujudkannya. Semoga bisa terwujud. Amin!

Pemimpin yang kuat bukan karena mampu berorasi dengan suaranya yang keras untuk menyuruh jundi-jundinya mencapai target semata... Tetapi, pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang memiliki jundi-jundi yang kuat dan berdaya juang tinggi untuk menegakkan Islam dalam hatinya, pikirannya, ucapannya, dan perbuatannya.

30 Mei 2008

Koordinasi Gamais Pusat-Wilayah

Pada hari Kamis, 29 Mei 2008 diadakan koordinasi para kepala pelaksana (keplak) kegiatan PMBR LDF/LDS dengan Gamais Pusat. Yang datang waktu itu adalah:
  • Rachmad Vidya WP : Keplak PMBR MSTEI
  • Rendy : Keplak PMBR FTSL
  • Heru : Keplak PMBR SF
  • Eki : Keplak PMBR FTTM
  • Indra : Keplak PMBR FMIPA
  • Qizar : Keplak PMBR SAPPK
  • Dicky : Keplak PMBR SITH
  • Adi : Keplak PMBR FTMD
  • Firman : Keplak PMBR SR
  • Naren : Keplak PMBR FTI
Selanjutnya, akan diadakan pertemuan keplak wilayang dengan kepala Gamais Mas Ridwansyah Yusuf Achmad ba'da Ashar Sabtu, 31 Mei 2008 di Kortim Masjid Salman ITB tuk arahan-arahan khusus dari beliau. Semoga kegiatan besok bisa berjalan lancar. Amin

Pahamilah dan Sikapilah

Pada setiap kehidupan manusia, pastilah ada yang namanya warna-warni kehidupan. Banyak hal-hal yang kadang kita sepelekan, bahkan banyak pula hal-hal yang tidak penting yang kita pikirkan. Yah, itulah sekelumit pemahamanku tentang kontemplasi hidup. Hal ini lumrah saja, karena manusia itu sendiri memiliki keterbatasan kemampuan dan pemikiran. Tetapi, yang perlu kita pahami adalah bagaimana cara menyikapi suatu permasalahan.

Memang benar, suatu permasalahan itu hampir selalu membuat kita berpikir lebih keras. Tapi, jangan salah bahwa permasalahan itu yang "pahit-pahit" saja. Karena, sebetulnya permasalahan itu bisa berupa hal-hal yang "pahit" atau bahkan yang menyenangkan. Pada kenyataannya, semua hal tersebutlah yang menuntun kita lebih dewasa. Tapi, jelaslah dengan catatan kita bersedia dengan lapang tuk memahaminya dan menyikapinya. Jadi, apapun masalahnya, hadapilah.

Ingatlah bahwa, tanpa masalah, niscaya proses pendewasaan akan hilang. Jadi, lakukan yang terbaik, ikhtiar dan tawakal-lah. Muhasabah dan berkontemplasilah tuk mengingat kehinaan diri. Ikhtiar sembari berpikir, semoga ikhtiar yang dilakukan tak menyusahkan orang lain. (Rachmad Vidya)


24 Mei 2008

Diberi Amanah Menjadi Ketua Pelaksana PMBR MSTEI

Pada awalnya, aku memang ingin mengikuti kegiatan-kegiatan di MSTEI maupun di Gamais. Alhamdulillah, waktunya tepat menjelang Penyambutan Mahasiswa Baru dan Ramadhan ini, dibentuk acara PMBR. Pada awalnya, aku ingin ikut di kepengurusan pusat Gamais namun melihat kondisi MSTEI yang lebih membutuhkan "pemain" akhirnya kuputuskan untuk ikut kepengurusan di MSTEI.

Tidak menyangka sebelumnya, ternyata aku diamanahi jadi Ketua Pelaksana. Jujur, walaupun dulu sejarahya jadi Ketua OSIS SMA, tapi memegang kegiatan keagamaan adalah yang pertama kali kulakukan. Dahulu lebih sering bikin konsep, koordinasi sekolah dan siswa, lalu tanda tangan. Selebihnya monitorig kegiatan. Sekarang?? Beda.. Tadi pagi aku memimpin rapat PMBR. Sudah tadi malam nglembur, tidak sempat buat konsep rapat, hancur dah.. Apalagi memegang organisasi keagamaan merupakan pengalaman baruku. Hmm... Belum lagi hasil ujian yang sudah keluar... Semakin menambah kapasitas yang dipikir karena nilaiku belum ada yang A. Uh, bingung.. Semua nilai yang telah keluar masih B. Astaghfirullah.....

Jadi, kesimpulannya aku harus berpikir lebih dewasa, tepat, cepat, dan tanggap.
Semoga aku bisa segera keluar dari screaming semacam ini SECEPATNYA!!!
Insya Allah... Aku Yakin Aku Bisa!!!

Btw, ikut UAS Kimia tuk mengejar nilai A g yah?!

13 Mei 2008

Thomas dan Uber Cup

Untuk kesekian kalinya, Thomas dan Uber Cup diselenggarakan. Even bulutangkis beregu terbesar di dunia ini selalu menjadi primadona prestasi Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sportivitas, aku mengajak seluruh lapisan masyarakat tuk mendukung tim Indonesia. Ingat, jangan sampai kita kalah segala-galanya dengan bangsa lain. Indonesia adalah bangsa yang besar. Sehingga, kite perlu membangun pribadi kita masing-masing sebagai pribadi yang benar.

Inilah rekapitulasi juara:

Thomas Cup

Team Champions Runners-up
Flag of Indonesia Indonesia 13 (1958, 1961*, 1964, 1970, 1973*, 1976, 1979*, 1984,
1994*, 1996, 1998, 2000, 2002)
4 (1967*, 1982, 1986*, 1992)
Flag of the People's Republic of China China 7 (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008) 2 (1984, 2000)
Flag of Malaysia Malaysia# 5 (1949, 1952, 1955, 1967, 1992*) 8 (1958, 1970*, 1976, 1988*, 1990, 1994, 1998, 2002)
Flag of Denmark Denmark
8 (1949, 1955, 1964, 1973, 1979, 1996, 2004, 2006)
Flag of Thailand Thailand
1 (1961)
Flag of the United States United States
1 (1952)
* = host
# = including Malaya

Uber Cup

Teams Titles Runners-up
Flag of the People's Republic of China China 11 (1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004*, 2006, 2008) 2 (1994, 1996)
Flag of Japan Japan 5 (1966, 1969*, 1972*, 1978, 1981*) 1 (1975)
Flag of Indonesia Indonesia 3 (1975*, 1994*, 1996) 6 (1969, 1972, 1978, 1981, 1986*, 1998)
Flag of the United States United States 3 (1957, 1960*, 1963*) 1 (1966)
Flag of South Korea Korea
5 (1988, 1990, 1992, 2002, 2004)
Flag of Denmark Denmark
3 (1957, 1960, 2000)
Flag of England England
1 (1963)
Flag of the Netherlands Netherlands
1 (2006)
* = hosts

source :
http://en.wikipedia.org/wiki/Thomas_Cup
http://en.wikipedia.org/wiki/Uber_Cup

10 Mei 2008

Kesulitan yang datang beruntun

Di dalam hidup ini, semua diciptakan secara seimbang oleh Allah SWT. Begitu pula dengan kemudahan dan kesulitan. Mereka adalah pasangan bak 2 sisi koin. Di mana ada kesulitan, di situ pula ada kemudahan. Hal ini sedang menerpa kehidupanku sekarang. Kesulitan datang beruntun bak rintik hujan yang jatuh tanpa celah tuk aku bisa menghindar. Memang sangat terasa berat tuk ikhlas. Yah, ikhlas akan semakin dituntut bukan ketika kita dengan mudah melepaskan apa yang kita inginkan tetapi sebaliknya yaitu dengan besar hati menerima apa yang tiak kita inginkan terjadi.

Mengapa aku merasa seperti itu mendapatkan combo beruntun? Hal ini karena aku bukan tanpa ikhtiar sama sekali. Justru persiapan yang aku lakukan lebih matang dari biasanya. Yah, selama belum ada jawaban yang memuaskan, hati ini akan terus bertanya. Mengapa? Karena aku menyadari, hati ini lebih banyak tuk menginginkan sesuatu daripada tuk menyelesaikan kewajibannya. Astaghfirullah...

Ya Allah... Dzat yang membolak-balikkan hati ini...
Berkahilah hati yang rapuh ini...

Tancapkanlah hati ini pada pilar kebenaran
Tancapkanlah hati ini pada ilmu keikhlasan
Tancapkanlah hati ini pada pondasi kekuatan

Agar hati ini damai berada pada jalanMu
Agar hati ini sabar menerima takdir dariMu
Agar hati ini kuat menerimu cobaan dariMu

(Rachmad Vidya)


Ingatlah diri ini
  • Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan bagi hambanya kecuali dalam batas kemampuannya.
  • Sesungguhnya pertolongan Allah itu bersama dengan kesabaran.
  • Sesungguhnya kesempitan itu datangnya bersamaan dengan kelapangan.
  • Sesungguhnya kesulitan itu datangnya bersamaan dengan kemudahan "Fa innama 'al ushri yusro, inna ma 'al ushri yushro".
  • Sesungguhnya Allah bersama-sama deengan orang yang sabar.

04 Mei 2008

Template Baru -> Semangat Baru

Insya Allah, dengan berhasilnya aku meng-update template, bersaaman dengan itu aku update pula semangatku. Semoga aku lebih siap dantangguh dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depanku. Baik berupa cobaan, tantangan, dan nikmat dari Allah SWT. Kobarkanlah semangat, hari depan menunggu tuk diisi dengan ibadah.. Allahu Akbar!!!

Champions League Final 2008

Final Liga Champions 2008 akhirnya mempertemukan All England Final, yaitu antara Manchester United dengan Chelsea FC. Di satu sisi, aku senang karena klub yang aku sukai sejak 1997 (Manchester United) telah berhasil masuk ke final yang kedua kalinya selama kepelatihan Sir Alex Ferguson. Di sisi lain, aku kecewa karena terjadi All England Final. Mengapa sampai terjadi seperti ini? Apakah Liga Inggris sudah menjadi liga terbaik di Eropa? Mungkin benar, mungkin tidak. Yah, yan penting semoga saja pertandinagn ini menampilkan permainan yang cantik, atraktif, dan sportif.
:)

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets