30 Agustus 2008

Menjadi Anggota Biasa HME ITB

Alhamdulillah,,,
Akhirnya menjadi Anggota Biasa HME. Setelah sekitar lebih dari sebulan menjalani seleksi dalam Masa Bina Cinta 2008 yang berakhir tadi sore. Hmmm... Harus segera berbenah dan mawas diri. Melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia umumnya, dan peran-peran yang lain khususnya. Memang saya tidak berniat menjelaskan panjang lebar di sini. Yang jelas, Insya Allah saya akan coba berjuang sebaik munkin. Terima kasih buat teman-teman semua yang telah membantu saya hingga saat ini. Maafkan kesalahan-kesalahan saya selama ini. Yang jelas, Insya Allah tidak ada kesalahan yang saya perbuat dengan kesengajaan. Mari kita kembali introspeksi diri, mawas akan potensi dan kelemahan diri. Lakukan sesempurna mungkin dengan seala ketidaksempurnaan dan keterbatasan kemampuan kita. Hidup di dunia ini pendek kawan. Isilah hidup di dunia ini dengan ibadah. Apapun bentuknya. Mari kembali luruskan niat dan bulatkan tekad. Karena tidak ada kemuliaan tanpa pengorbanan dan kerja keras. Allahu a'lam

*NB: Terima kasih buat kang Qoshda Tazaka EL'06 yang bersedia meminjamkan jaket himpunannya untuk saya bawa dalam beberapa waktu dekat ini.

29 Agustus 2008

Marhaban Ya Ramadhan



Betapa indahnya suasana hati
Betapa riangnya bisikan kalbu
Mengapa?
Sebuah pertanda baik dan pertanda semangat baru menderu. Bukan hanya aku, aku yakin. Bukan hanya kau, kau pun yakin. Ini kita semua, muslim dan muslimah sejagad. Merasa betapa rindunya semakin dekatnya diri kepada Allah. Dengan berbagai kesibukan dunia terasa kerikil tumpul penggelitik kaki. Dengan tembok tinggi bak sterofoam selapis. Ramadhan mendekat, mendekatlah. Semoga kita semua masih diberi kesempatan mencicipi harumnya aroma surga sekali lagi. Ya, sekali lagi untuk melatih diri mendekat kepada Illahi rabbi.

Marhaban ya Ramadhan
Ya Allah, sampaikanlah diri ini ke Ramadhan-Mu
Ya Allah, sampaikanlah diri ini bertaubat kepada-Mu
Ya Allah, sampaikanlah diri ini meminta maaf kepada orang tua dan khalayak
Ya Allah, sampaikanlah diri ini menuju ridho-Mu

Subhanallah,
Walhamdulillah,
Laa ila ha ilallah,
Allahu Akbar

Az Zumar 39 : 10
"... hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan disempurnakan pahalanya tanpa batas"

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar. Amin...

25 Agustus 2008

Ketua OSIS 08/09 SmadaJoe Terpilih

Alhamdulillah,
Ketua OSIS SMAN 2 Jombang periode 2008/2009 telah terpilih. Beliau adalah Dimas, begitulah nama panggilannya. Info yang saya dapatkan berasal dari beliau sendiri tadi siang. Beliau mengatakan akan berusaha meneruskan "tongkat estafet"-ku. Kata beliau sih begitu. Saya hanya berpesan, jadilah pemimpin dengan Rasul sebagai teladan. Saya berharap, kepemimpinannya dan keorganisasiannya tak akan menghambat akademisnya, bahkan bisa menyokong. Semoga, keluarga Smada Jombang akan menjadi lebih baik dengan kepemimpinan beliau. Amin.

Al Baqarah ayat 30 mengajarkan bahwa, tiap manusia adalah khalifah di bumi ini. Maka, kita harus belajar menjadi khalifah yang baik dengan segala tanggung jawabnya. Semoga kita termasuk golongan manusia-manusia yang amanah. Amin

NB: Jadi bernostalgia dengan kepemimpinanku dahulu :)

24 Agustus 2008

Taujih Motivasi PMBR MSTEI

Alhamdulillahirobbil'alamin
Akhirnya, satu acara pengenalan MSTEI, kehidupan keislaman, dan kehidupan kuliah di ITB selesai dengan lancar. Tadi, pembicara yang kami undang adalah kang Rendy Saputra owner NATC (Nayla Azhar Tutorial Club). Acara dilaksanakan hari ini mulai pukul 09.00WIB hingga dzuhur. Sebagai kepala PMBR kali ini, saya mengucapkan terima kasih, jazakumullah khairin katsira kepada:
  • Adik-adik STEI 2008 yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara ini. Semoga acara ini bisa membuka cakrawala berpikir kita, terutama adil-adil 2008 akan pentingnya strategi dan perencanaan hidup. Amin.
  • Seluruh staf PMBR MSTEI, terutama yang telah bekerja sepenuh hati membantu terlaksanakannya dan suksesnya acara ini. Semoga amal ibadah kita diterima Allah sebagai amal jariyah yang tak terputus-putus. Amin.
  • Khusus buat kang Rendy Saputra, yang bersedia meluangkan waktunya untuk membina kami. Semoga diberikan selalu keberkahan dalam keluarga antum. Amin.
Pada kesempatan kali ini, saya diberi kesempatan untuk memberikan cinderamata dari MSTEI kepada kang Rendy. Teman-teman EL dan IF, jazakumullah, ingatlah bahwa perjuangan belum berakhir, Allahu Akbar!


Karena Kita Keluarga :)

21 Agustus 2008

Allah Tidak Akan Memberikan Cobaan Melebihi Batas Kemampuan HambaNya

Hari ini, saya bagai rocketman.
Mengapa?
Mulai dari jam 08.00 WIB sampai 21.00 WIB, saya aktif secara fisik dan pikiran. Terutama pikiran, tanpa jeda bekerja keras hari ini. Disamping kewajiban, ada pula tuntutan yang saya berikan pada diri sendiri. Secara kronologis peserti ini:
  • Pukul 08.00 WIB, saya menyelesaikan urusan dengan STEI. Yaitu masalah proposal acara PMBR MSTEI 1429H. Beberapa tugas lain telah saya berikan tanggungjawabya kepada sebagian orang. Mengapa? Karena, harapanku kerja cepat akan berhasil dilaksanakan dengan sistematis. Bagian ke TU STEI sendiri juga aku pegang dengan mobilitas tinggi, pergi kesana-kemari dengan penuh semangat.
  • Berhubung mendapatkan info bahwa Lab IF belum ada jadwal untuk EL, maka saya semakin konsentrasi menyelesaikan PMBR. Alhamdulillah, urusan ke STEI beres. Tapi, tiba-tba mendapatkan info, NIM-Tag harus selesai hingga maksimal pukul 15.00 di hari yang sama. Akhirnya aku langsung pulang mengambil NIM-Uag yang sudah kupersiapkan sejak seminggu lebih yang lalu.
  • Ketika hendak meminta penilaian ke HME, saya minta tolong teman untuk diukakan NIM-Tag tersebut ke tangan saya, lalu eh jatuh. Lansung putuslah salah satu sambungan batereinya. Lalu ditolaklah demo saya. Bersamaan dengan itu, saya mendapat SMS kalau ada Praktikum di IF. Saya sontak lari, lalu di tengah perjalanan, saya merasa HP saya tetinggal, lau saya balik lagi ke HME. Berlali pula, untuk menyingkat waktu sehingga itdak telat praktikum. Karena, telat berarti tidak ikut (kekhawatiranku). Lalu dalam pelarian ke Lab IF, saya bertemu Musyafa dan minta tolong membetulkan solderan yang lepas. Saya langsung meluncur lagi ke Lab IF.
  • Di tengah-tengah praktikum, saya baru sadar bahwa kacamata saya hilang. Praktikum pun tak bisa konsentrasi. Aku hanya bisa terus berdoa agar bisa ditemukan. Maklum, belum punya uang yang cukup untuk mengganti.
  • Setelah praktikum, saya ke kelas Algoritma dan Struktur Data lalu Sistem Digital, nah dua-duanya satacuma mengandalkan pendengaran dan tanya teman, maklum tak pakai kacamata. Pkiran bertambah pula setelah Musyafa memberikan NIM-Tagku, lega menghampiri. Tapi, ternyata seven segments-nya rusak. Astaghfirullah. Saya semakin berusaha berpikir keras mencari jalan keluar.
  • Setelah selesai dengan kuliah, saya mencoba mencari mas Bintang buat konfurmasi tugas. Ternyata, maksimal jam 8 malam. Saya kaget karena tidak sesuai info awal. Katanya jam 3 sore, koq jam 8 malam? Kan tadi aku tak perlu tergopoh-gopoh. Mengapa selalu ada info yang simpang-siur? Mengapa yang tidak tahu selalu ikut bicara tak jelas yang membuat info yang salah? Atau mungkin saja dari si pembuat info yang kurang tegas. Tapi, minimal kacamataku kutemukan dengan utuh. Langsung saya sujud syukur di tempat, sampai-sampai temanku, Tari tanya "lo gak pa pa kan mad?". Alhamdulillah, yang ada di pikiranku adalah syukur, aku tak sampai butuh uang lebih untuk beli yang baru. (Maklum, baru bayar kos)
  • Akhirnya aku pun langsung pinjam motor teman tuk meluncur ke Anam. Membeli piranti-piranti yan dibutuhkan. Apalagi telah menjelang Maghrib. Setelah tu, langsung ke kos dan mengerjakan setelah sholat. Dalam pengerjaan tersebut, kucoba untuk selalu berikhtiar dengan baik dan berdoa. Karena, di samping itu pula emosi sedang berkecamuk untuk bisa amanah memegang komitmen jam 20.00WIB, keterbatasan kemampuan, keterbatasan fasilitas (pas lampu kamar yang terang sedang mati pula), dll Alhamdulillah, pukul 19.55 selesai dan bisa pergi demo ke panitia MBC lagi dan berhasil.
  • ALHAMDULILLAH semua masalah beres.
*NB: banyak yang saya keadaan-keadaan yang saya skip, semacam kemacetan di jalan, bolak-baliknya dari TU STEI dan pengetikan, koordinasi penyewaan tepat dan izin acara, ngebut di jalan, dll
**terima kasih untuk M. Musyafa', M. Zamroni, Zaki Anshary, Toko Anam, dll

ya Allah,
aku semakin yakin
nampak tak mungkin di mataku
namun bagi Engkau, tak ada yang tak mungkin
Engkau tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaMu

An Nisa ayat 45 mengajarkan bahwa cukuplah Allah menjadi pelindung dan penolong kita.

Al Baqoroh ayat 186 mengajarkan bahwa akan dikabulkan semua doa jika doa itu hanya ditujukan kepada Allah.

19 Agustus 2008

Alhamdulillah, Bazar Kampus Smada v.1 Berbuah Manis

Alhamdulillah, ternyata setelah berlangsungnya Smada Counceling Center (Bazar Kampus Smada), tingkat PMDK SMAN 2 Jombang naik 160%. Alhamdulillah :) Ini sesuai dengan harapanku sebagai pencetusnya dan aku yakin pula ini adalah harapan seluruh keluarga besar Smada. Yah, yang jelas versi 1.0 ini akan dilanjutkan dengan versi 2.0 yang dikomando oleh OSIS/MPK Smada Jombang. Semnagat yah adik-adikku. Kakak-kakak telang menginisiasi dan berhasil Yakinlah, kalian bisa lebih baik dengan izin Allah SWT. Amin...

17 Agustus 2008

Burning MSTEI ITB (masih Beta)

burning spirit!!!

Bismillahirrohmanirrohim

Ayo Akhi...
(MSTEI... MSTEI... MSTEI...)

Ayo Ukhti...
(MSTEI... MSTEI... MSTEI...)

Ikwah Fillah
(MSTEI... MSTEI... MSTEI...)

MSTEI... (IP4)
MSTEI... (IP4)
MSTEI... (IP4)

**(baca sesuai nada OK Champ)

Indonesia 63 Tahun


Ya Allah, berkahilah bangsaku

15 Agustus 2008

Mata Kuliah yang Aku Ambil di Semester 3

Semoga semester ini bisa jauh lebih baik dari semester sebelumnya. Amin...

Keunikan dan Keajaiban ITB

Bangunan ITB


:: Utara

::: Sabuga
Arsiteknya Slamet Wirosanjaya. Desainnya diinspirasi dari Candi Borobuduur dan Kampus ITB. Wright menjadi insprasi yang melahirkan bentuk setengah kubah yang dikitari relung-relung. Didalam kubah tersebut terdapat omniteater. Kubah berfungsi untuk sebagai layar pemutaran film 4 dimensi. Jika dilihat dari atas nampak seperti helm insinyur. Sabuga awalnya tidak dibangun terowongan, namun atas usul rektor (Pak Wiranto), terowongan akhirnya dibangun.

:
:: Kolam Renang Saraga
Kolam ini awalnya dipersiapkan untuk skala internasional namun tidak terwujud karena kurang beberapa sentimeter.

::: Perpustakaan Pusat
Awalnya, perpustakaan tidak dilapisi keramik, namunhanya beton putih. Bentuknya menyimbolkan tumpukan buku. Gedung berlantai 4 dengan struktur utama beton bertulang inimerupakan gedung utama yang menggunakan AC central di ITB.


::: Gedung SBM
Gedung ini dibangun tahun 60-an bersamaan dengan gedung Teknik Pertambanagan. Kotak-kotak yng ada di gedung ini terinspirasi oleh Le Corbusier (sun shading: berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang masuk melalaui jendela)

::: Gedung PAU
Di lantai 7 terhadap Green House
Di lantai 8 (lantai tertinggi), pemandangan Bandung akan terlihat dan gedung ini merupakan gedung tertinggi di ITB

::: Gedung Serba Guna
Gedung ini dibangun tahun 1978 oleh tim dosen Arsitektur ITB. Karena keterbatasn alat pada saat itu, sistem struktur space truss pada bangunan ini dihitung dengan manual.

::: Paku Air
Paku air berfungsi menyalurkan air ke seluruh ITB. Air dari Sabuga ditampung di penampungan air yang letaknya di bawah taman labirin. Sumber air dibagi 2, yaitu air bersih dan air minum. Air minum ini disalurkan ke 70 titik watertab yang menandai sumbangan dari ITB angkatan 1970.



:: Selatan

::: Letak nomor ITB yang katanya Ganesha 10
ITB bralamat di jalan Ganesha 10-12, walaupun lebih dikenal dengan Ganesha 10 (jadi mirip alamat rumahku di Jombang, jalan Makam 10). Letak nomor tersebut untuk nomor 10 di tembok batu sebelah kanan gerbang utama, dan nomor 12 di tembok batu kiri gerbang utama.


::: Bunga Gerbang Ganesha
Bunga bougenville di gerbang depan ITBberbunga hanya pada bulan Agustus pada saat penerimaan mahasiswa baru. Bunga yang berwarna ungu mekar di tengah semster. Sementara bunga yang merah muda mekar saat akhir semester.


::: Bentuk Gerbang Utama
Bentuk gerbang utama menginspirasi bentuk massa bangunan campus center.

::: Taman Ganesha
Didirikan tahun 1919. Perancangannya diketuai oleh CJK van Aaist kemudian digantikan oleh Dr. Ir. J. W. Ijzerman.

::: Tugu Kubus
Hingg tahun 1950-an, di pintu masuk utara Taman Ganesha masih berdiri patung dada Ijzerman. Namun, pada tahun 1960-an patung tersebut digantikan oleh patung Ganesha lalu diganti lagi oleh Tugu Kubus hingga sekarang. Tugu kontemporer ini dibuat dengan baja tahan karat berbentuk kubus. Sedangkan patung dada Ijzerman disimpan di Annex.

::: Penunjuk Gunung.
Di sekitar monumen kubus terdapat sumbu yang mengarah pada gunung-gunung di sekeliling kota Bandung. Dahulu, sebelum di Bnadung banyak gedung-gedung tinggi, nampaklah gaunung-gunung itu dari pelataran ITB dan sangat indah pemandangan itu.

::: Aula Barat dan Aula Timur
Kedua bangunan ini adalah bangunan tertua atau yang pertama kali dibangun di ITB. Pada saat itu masih bernama Technische Hoge pada tahun 1920. Perancangannya dimulai tahun 1917. Arsiteknya adalah Maclaine Pont. Namun, Pont hanya merancang bangunan utamanya. Selasar dibangun uleh ZENI (Angkatan Laut Belanda). Ynag membedakannya batu kali yang ada di bangunanutamanya lebih rapi. Kayu yang dipakai berwarna hitam karena kontraktornyaadalah kontraktor kereta api sehingga dilapis ter agar tahan rayap. Karya materpiece ini tidak hanya merujuk pada arsitektur tradisional Jawa Barat (Julang Ngapak) dan Minangkabau (Atap Gojong), tetapi merupakan paduan yang menyatu dari arsitektur tradisional Indonesia. Aula Barat dahulu digunakan sebagai tempat acara penting semacam pemakaman dosen, wisuda, dll. Selain itu, Aula Barat dan Timur pernah menjadi perpustakaan pusat.

::: Kunci Aula Timur
Kunci Aula Timur masih terjaga easliannya dan tidak pernah diganti sejak bangunan Aula Timur didirikan. Kunci tersebut pernah patah dan untuk perbaikannya hanya bisa dilas di tempat tertentu.

::: Lapangan Segitiga
Awalnya sang arsitek (Baskoro Tedjo) menginginkan dibuatnya jalan setapak dari Campus Center ke LFM. Tetapi rencana tersebut tidak disetujui berbgai pihak. Sehingga, hanya dibuat garis yang menyebabkan lapangan tersebut berbentuk segitiga. Hingga saat ini, garis tersebut dipertahankan walau lapangannya sudah dirombak.

::: Masjid Salman
Nama Salman diberikan oleh Ir. Soekarno sebagai salah seorang sarjana lulusan Teknik Sipil ITB.
Masjid Salman berbeda dengan masjid lain pada umumnya. Kenapa? Jika ada orang yang pernah sholat di Masjid Salman mungkin akan merasakan perbedaan yang signifikan. Perbedaanny adalah:

-Tidak ada kubah
Masjid ini didesain dengan menggunakan atap dasar yang setiap ujung atapnya berbentuk melengkung menyerupai mangkok terbuka. Tidak seperti masjid pada umumnya di Indonesia berbentuk atap tumpang, kubah, atau kombinasi keduanya.

- Tidak ada kolom atau tiang di dalamnya
Bentuk atap beton menggunakan balok beton prestressed. Dengan menggunakan beton itu maka diperoleh ruang sholat yang optimal, luas tetapi bebas kolom. Lengkungan atap juga berfungsi sebagai talang besar bagi aliran air dari atap datarnya. Masjid ini menjadi masjid pertama yang menggunakan teknik semaca itu di Indonesia. Oleh karena itu, Masjid Salman selalu dikaitkan dengan keindahan arsitekturnya.




:: Tengah

::: Plaza Widya Nusantara
Plawid ini rancangan dari salah satu konsultan Jepang Ikeda san yang terlibat dalam pembangunan 4 Labtek kembar. Hal ini disebabkan adanya kerjasama Indonesia-Jepang di proyek tersebut.

::: Kompas Jurusan
Penunjuk arah ini terdapat di sekeliling kolam Indonesia Tenggelam dan mengarah ke program studi yang tertulis.

::: Kolam Indonesia Tenggelam
Mengapa kolam ini disebut Indonesia Tenggelam? Karena ada pera Indonesia yang berada di dasar kolam tersebut (tenggelam). Di dalam kolam ini terdapat 2 air mancur. Air mancur yang besar, utama, ada di tengah-tengah kolam berbentuk lingkaran ini. Air mancur kedua tepat di kota Bandung.


::: Partitur Indonesia Raya
Susunan keramik di dasar kolam-kolam persegi adalah partitur Lagu Indonesia Raya. Pola di lentai keramik kolam persegi ini adalah hasil cetak orgel atau music box lagu Indonesia Raya.


::: Tugu Soekarno
Tugu Soekarno adalah simbo diresmikannya ITB pada tahun 1959. (Kalau tidak salah, bisa menjadi Jam Matahari. Ada yang bisa membacanya? Gampang kok :))


::: Titik Gaung
Terdapat 2 pusat gaung di bagian tengah ITB, yaitu di dekat Pawid ke arah utara. (Saya telah membuktikan salah satunya :))


::: Labtek Kembar
Pembangunannya dimulai tahun 1995 oleh Eko Purwono sedangkan perencanaanya sejak 1993. Rencananya akan dibangun 8 buah Labtek, namun karena keterbatasan lahan menjadi hanya 4 Labtek saja. Empat Labtek kembar itu adalah Labtek V, VI, VII, dan VIII. Perinciannya Labtek V : Prodi Informatika, TU EL dan IF; Labtek VI: Prodi Teknik Fisika, Oseanografi; Labtek VII: Sekolah Farmasi, Sosioteknologi; Labtek VIII: Prodi Teknik Elektro, STEI



:: Barat

::: Double Helix
Double Helix terdapat Labtek Biru, yaitu Labtek X dan XI. Jika dilihat dari sudut pandang yang tepat, kita dapat melihat double helix di lantai, tangga, dan bayangan di kaca menjadi satu kesatuan.


::: Labtek Biru
Labtek Biru adalah bangunan kontemporer, modern pada zamannya. Labtek biru memiliki rumah kaca di atas kantin SITH.

::: Lab Penerbangan
Penerbangan ITB memiliki pesawat sumbangan dari Uni Sovyet.


::: GKU Barat ** (my additional)
Ini adalah gedung yang mirip sekrup. Unik penomoran ruangannya, gila tangganya. Tangganya bisa menipu. Jika anda belum pernah kemari, maka siap-siap tersesat tidak jelas. Mengapa? Karena tangga yang dibangun dibuat ada 3 model naik, turun, dan naik-turun. Jika ingin ke toilet, maka tidak ada di tiap lantainya secara tepat. Mengapa? Lantai toilet biasanya di tengah-tegah. Maksudnya adalah jika anda ada di lantai 2, maka toilet terdekat adalah lantai 2,5. Hehehe997x

::: Bunker Teknik Sipil dan Mesin
Fungsi bunker adalah menjadi laboratorium.



:: Timur

::: Gedung Planologi dan Arsitektur
Mengapa kedua gedung ini mirip 4 Labtek Kembar? Karena gedung ini dibangun dari sisa dana yang awalnya dialokasikan untuk 4 Labtek Kembar. Pada saat itu, nilia tukar rupiah per yen melemah dari 17 rupiah menjadi 25 rupiah per yen. Dua gedung ini punya persamaan, yaitu terdiri dari 6 lantai dan terdapat satu lift di setiap bangunan yang hanya sampai lantai 5.

::: Musholla Bundar
Musholla ini terletak antara Gedung Planologi dan Arsitektur dan dirancang oleh arsitek berkebangsaan Jepang.


::: Titik Gaung di Selasar Planologi
Di selasar ini ada titik gaung lagi. (Saya telah membuktikannya :))
Keajaiban ITB

::: Gedung Prodi Kimia
Bangunan ini dibangun dengan baja prefabrication (sisa Jepang saat perang dunia II).

::: Pintu dekat Gedung Arsitektur
Pintu ini merupakan akses keluar-masuk selain gerbang yang ada.



:: Umum

::: Observatorium Bosscha
Merupakan salah satu tempat peneropongan bitang tertua di Indonesia. Dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pada 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan obsevatorium ini ke Indonesia. Setelah ITB diresmikan, observatorium ini menjadi bagian dari ITB.

::: ITB dan Gunung
Desain awal ITB aadalah simetris dan garis sumbunya mengarah ke gunung Tangkuban Perahu. Sejak awal, pembangunan ITB direncanakan dengan matang. Pada waktu itu, Belanda merancang agar pemandangan ke arah gunung tidak terhalang oleh abngunan yang akan dibangun.



Artikel di atas dikutip dari panduan acara "Speaking Building" dar teman-teman Calon Gunadharma - Arsitektur'07 pada tanggal 08-08-'08 pukul 14.00 WIB
Tapi, ada beberapa yang saya edit, macam kalimat dalam kurung.



Keunikan ITB

:: Wisuda
Acara wisuda mungkin adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh semua massa himpunan di ITB. Selain masa kelulusan kakak angkatan, juga dimana masa himpunan menunjukkan eksistensi mereka dengan mengarak kaka angkatan yang lulus dari Sabuga (bagian utara ITB - ITB belakang) menuju ke arah jalan Tamansari dan masuk ke Gerbang Depan - ITB depan. Masuk ke gerbang Ganesha dan berkeliling ITB. Seluruh himpunan menumpahkan massanya di sana. Berteriak, performance, bernyani, dll. Benar-benar ramai pokoknya waktu wisudaan. Setelah itu, biasanya tiap himpunan menuju ke spot masing-masing yang sudah dihuni secara turun-temurun, semacam Elektro yang mengambil tempat di depan Tugu Soekarno.

:: Tunnel Underground (Sunken Court)


++ terima kasih banyak untuk kang fathah EL'03 (http://fathahnoorp.blogspot.com) yang ngijinkan saya unduh file foto itb.

14 Agustus 2008

Pelayanan Sholat di Sabuga

Tidak terasa, kemarin aku dan teman-teman seperjuangan dari MSTEI dan Gamais melakukan acara rutin. Yaitu pelayanan sholat di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) pada acara InKM 2008. Alhamdulillah, pelayanan sholat bisa berjalan lancar. Saya sendiri mendapatkan pengalaman baru, yaitu adzan dan memegang mic buat imam. Kenapa pengalaman baru? Bukan berarti tidak pernah melakukan sebelumnya, tapi alhamdulillah ini adalah adzan yang kekumandangkan pertama kali untuk sholat berjamaah sebesar ini. Tepatnya pada sholat Maghrib. Subhanallah. Lalu, setelah itu aku bertugas memegang mic untuk imam jamaah. Lalu setelah sholat selesai, saya ganti menjadi imam untuk yang belum sholat. Hmmm... mungkin secara lengkap saya bahas di lain kesempatan saja, masih sibuk mengurus PMBR MSTEI 1429H. Doakan lancar dan bermanfaat yan teman-teman. Amin...

07 Agustus 2008

Jombang, pernah dengar??

Jombang, kotaku
kota sedang yang tenang
Jombang, kota santri
Jombang Beriman
Bersih, Indah, Nyaman

pernah mendengar Jombang??
apa yang ada di pikiran kau?
pembunuhankah??
hmm...
tidak salah

hhh...
astaghfirullah
ya Allah,,,
forgive us
save us


Yang jelas, kalau berbicara tentang pembunuhan oleh Ryan, aku jadi sedih. Secara, Jombang tempatnya. Tanah lahirku. Terlebih, tempatnya di Kecamatan Tembelang. Dekat lho dari rumahku, kan aku di Kecamatan Ploso. Kalau mau ke Jombang kota, aku pasti melewati Kecamatan Megaluh dan Tembelang. Mungkin sekitar 5-10 km.

Astaghfirullah...

Kacamata Hilang 2 jam

Ini adalah pengalamanku yang baru saja tadi siang terjadi. Setelah sholat Dzuhur di Mushola Comlabs, saya makan siang. Setelah itu, saya dan Musyafa membeli peralatan perang elektronika. Semacam solder, timah, multimeter, dll. Namun, sayangnya saya tidak mendapatkan arpus. Kata penjualnya sih istilahnya pasta solder. Setelah aku cek, memang ada pasta solder, hanya saja warnanya putih seperti balsam. Sedangkan yang saya cari adalah arpus yang kayak bongkahan batu kuning. Mengapa saya bersikeras mendapatkan yang kuning? Ini masalah pengalaman saja, dahulu waktu SMP, masa ketika saya jatuh cinta pada elektronika (terbukti dengan berhasilnya membuat power supply, amplifier, tape casette player, membetulkan setrika, kipas angin, radio, dan barang-barang elektronika lain yang saya bongkar pasang dengan penuh semangat :) ). Nah, ketika itu saya sudah membandingkan efektivitas kerja pasta putih dengan arpus yang saya beli di toko bangunan. Ternyata, saya lebih suka pada arpus karena daya pembersihan dan reaksi terhadap panasnya cepat. Kekurangan penggunaan arpus sendiri adalah lebih bau, hehehe997x.

Sebetulnya, di toko elektronika tadi saya mendapatkan bau yang sama dengan arpus, hanya saja barangnya kecil tapi mahal. Tuh kan, benar perkiraanku, arpus lebih bagus. Sayangnya, mahalnya harga membuat saya tidak membelinya, di rumah Jombang ada banyak, bongkahan besar dari pembelian di toko bangunan ketika SMP.

Nah, baru ingat saya tidak memakai kacamata. Kan memang saya tidak suka pakai kacamata. Setelah mencoba mengingat, kemungkinan besar tertinggal ketika wudhu di Comlabs. Langsung ketika sampai ITB, saya mencari kacmata itu, berharap tidak hilang (kan harganya mahal). Alhamdulillah, kacamata tetap tidak bergerak dari tempatnya selama sekitar 2 jam.

Yah, ini pengalaman pertama kacamata tertinggal. Selama ini saya selalu hati-hati dengan piranti yang saya bawa. Mungkin ini suatu peringatan untukku, agar lebih hati-hati lagi.

05 Agustus 2008

Antara Teknik Kendali dengan Teknik Elektronika

Sebelumnya, jika saya ditanya masalah keinginan masuk subjurusan Elektro, dengan tegas saya jawab kalau bukan Teknik Kendali, ya Elka (Elektronika), atau Power (Teknik Tenaga Elektrik). Nah, setelah menyelami lagi semua subjurusan di Elektro, saya merenung sembari berpikir. Alhamdulillah, 3 pilihan saya sebelumnya berhasil saya reduksi menjadi 2 pilihan saja. Yaitu, antara Teknik Kendali dengan Teknik Elektronika.

Sebagai gambaran umum tentang kedua profil subjurusan tersebut, saya akan coba kupas sedikit. Untuk Teknik Kendali, keahlian ke arah pengendalian, pemrosesan, dan persiapan distribusi sebuah informasi. Berkembang ke arah robotika dan governing system. Untuk Teknik Elektronika, keahlian ke arah ilmu, pembuatan, dan pengembangan piranti elektronika, desain IC, dll. Yang populernya menggunakan istilah embedded. Nanoteknologi pun tidak lepas dari keahlian ini. Yah, sebetulnya saya juga ingin memperjelas bahwa ilmu pengetahuan tidak terpisah dan soliter tetapi beririsan dan hanya berbeda masalah penitikberatan ilmu. Maka, apapun pilihannya, selama bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah, Insya Allah berkah.

Semoga pilihanku berkah. Amin

02 Agustus 2008

Monitor Komputer sedang Sakit

Mungkin tulisan ini lebih ke arah pertanyaan. Kira-kira seperti ini ceritanya. Setaiap saya pulang kampung dan balik ke bandung lalu menyalakan komputer, biasanya layar monitor tidak mampu menampilkan full preview, hanya sebagian saja. Biasanya penyakit tersebut akan sembuh setelah beberapa hari. Nah, kemarin monitor saya kembali terserang penyakit tersebut, hingga saya menulis artikel ini, preview masih belum sehat. Gimana betulinnya yah? Degaussing tidak mempan. Apa butuh magnet ya? Kan tembakan elektronnya g sehat. Sebagian menumpuk di baris yang sama, jadinya perlu medan magnet yang cukup untuk membelokkannya. Hmm, ada ide?

What Weird with Gramedia??

Jum'at , August 1th, Yanwar and me were taking a walk to Gramedia and BEC. I bought a ATA harddisk, then bought some books, so did Yanwar but he didn't buy a harddisk. When i was preparing sholat Maghrib at Gramedia,, I saw these

The building was good,,
good designing
good architecture
good parking


So luxury, isn't it

But, on the other side










We (Yanwar and me) concerned these cases
  • No hijab, no separation beetwen man and ladies wudhu's room.
  • Not enough space on the place for sholat (mushola), it just for a row space.
  • Not available condition supporting, so crowd of queue
I just wanna ask, why it happen?
So large public building, public place Gramedia just has a very very small mushola!

"Just for identity? At least, there is a mushola"

What?? Is that so easy saying these matters is "just for identity that at least, there is mushola"?? Is that guy who built this place is not muslim? That place is not good anymore

Astaghfirullah
What must we do, brothers?
Ya Allah, forgive us

Recent Comments

Powered by Blogger Widgets